::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Sanad Keilmuwan Hadlatussyaikh KH. Hasyim Asy'ari sampai Kepada Sunan Kalijaga melalui Sunan Pandanaran dari Bayat

sumber: indonesiatraveler.id
sumber gambar: indonesiatraveler.id


NU Klaten - NU merupakan organisasi yang senantiasa menjaga kemurnian ajaran Islam ala Ahlussunnah Wal Jama'ah. Kesanadan keilmuwan di NU dari orang ke orang tersambung sampai kepada Rasulullah SAW, tidak terputus oleh angan-angan kosong, katanya, buku, internet ataupun sejenisnya, sehingga mampu menumbuhkan keteladanan dan keadaban.

Para Ulama dan Wali penyebar Agama Islam telah membumi bersama masyarakat dan melepas simbol-simbol kekhususan yang bisa membuat tersekatnya ummat dengan ulamanya. Banyak Babad, Kitab, Serat, Kidung, Suluk dan sejenisnya yang itu merupakan karya besar nan agung Para Pujangga saat itu, bahkan diantaranya terkenal dengan keulamaannya, misalnya Sunan Prapen dengan salah satu karyanya, yaitu Kitab Musarar yang menjelaskan tentang Jongko Joyoboyo.

Banyang tidak tahu bahwa salah satu Kitab Besar karya Hadlatussyaikh KH. Hasyim Asy'ari bersanad dari Sunan Kalijaga melalui Sunan Pandanaran di Bayat, Klaten. Mengutip dari berbagai sumber valid, diantaranya dari tulisan Aguk Irawan menyebutkan: sebagian dari itu, telah menyebar sampai Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, salah satu karya itu adalah Siklus Cerita Panji. Sementara contoh penyaduran dari kitab Kakawin-Hindu itu adalah suluk Selakrama menjadi kitab Islam Pesisir, yaitu Serat Dewa Ruci yang mata rantainya sampai ke Kiai Hasyim Asy’ari.

Sedikit cerita sanadnya itu demikian; atas perintah gurunya, Sunan Bonang, Sunan Kalijaga diperintah menyadur naskah Kemandalaan-Majapahit, Silakrama karya Empu Prapanca, hasilnya adalah Serat Dewa Ruci. Kitab ini kemudian diajarkan kepada Sunan Bayat, hasilnya Nitibrata. Diajarkan kepada Ki Ageng Donopuro hasilnya Swakawiku. Diajarkan kepada Kiai Hasan Besari hasilnya adalah Krama Nagara. Diajarkan kepada Kiai Anggamaya hasilnya adalah Dharmasunya. Dijarkan kepada Kiai Yosodipura I hasilnya Sana Sunu. Diajarkan kepada Kiai Katib Anom hasilnya adalah Wulang Semahan. Diajarkan kepada Kiai Shaleh Asnawi hasilnya adalah Dasasila. Diajarkan kepada Kiai Sholeh Darat hasilnya adalah Sabilul Abid. Diajarkan kepada Kiai Hasyim Asy’ari hasilnya adalah Adabul ‘Alim wal Muta’alim. (Min/Nan)

rujukan: alif.id


Tag : Sejarah, Ulama
0 Komentar untuk "Sanad Keilmuwan Hadlatussyaikh KH. Hasyim Asy'ari sampai Kepada Sunan Kalijaga melalui Sunan Pandanaran dari Bayat"

Back To Top