::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Kyai Menolak Bisyaroh



Kedekatan antar kyai, itu sudah sejak lama di pupuk. Bisa jadi dari sejak mondok bersama di satu pondok yang sama ketika belia atau dewasa, ketika sudah sepuh atau malah sejak dari leluhur-leluhurnya yang sudah saling mengenal.

Bila ada acara, walimahan atau tahlilan, saling membantu. Bergantian paring mauidhah hasanah, atau sekadar mimpin maos Yasin dan Tahlil juga mimpin doa.

Tak ada bisyaroh. Paling nasi berkat yang diterima itupun karena ngurmat shahibul bait yang punya hajatan.

Pernah suatu kali, saya kebagian sebagai panitia hajatan. Sebenarnya sudah hapal dengan beliau-beliau poro Kyai yang saling menolak bisyaroh. Tapi karena dawuh, tetep bakda acara saya sowan ke ndalem Kyai. Itu salah satu adab, tetep ngurmat kyai.

Saya berpikir keras, bagaimana caranya agar sekadar tanda hurmat dan cinta bukan bisyaroh. Saya selipkan dalam dua kardus roti dan sampai di ndalem kebetulan yang menerima langsung bu Nyai, ah  ini kesempatan pikir saya. Kalo yang menerima langsung Kyai pasti langsung ditolak. Oleh bu Nyai diterima dan dibawa ke dalam.

Ketika sang Kyai sudah lenggah di ruang tamu, segera saya matur sesuai dawuh dari sesepuh.  Sepindah sowan silaturahim dan bla bla. Singkat cerita, nyuwun pamit meneruskan langkah. E tetiba beliau, ketika saya salim mencium tangan beliau, pamit. Beliau berucap, iki nggo sangu yo. Nggo tuku kitab opo susu anak. Masya Allah, dan saya kaget. Dobel kaget karena malah diberkahi sangu dan kaget  amplop putih itu mirip dengan amplop yg saya sisipkan dalam kotak roti tadi. Bila sudah begini, tak berani saya menolak, saya niatkan ngalap berkah Kyai. Dan di jalan saya periksa, benar itu adalah amplop yang sama.

Begitulah dekatnya poro Kyai. Bahkan dzuriyahnya ikut mulyo, nunut mulyo diberikan kemudahan langsung sowan bahkan ngalap berkah beliau poro alim allamah.




Dan kedekatan poro Kyai itu nampak dari potret-potret yang merekam kedekatan poro Kyai. Salah satunya seperti pada potret ini, tahlilan wafatnya mbah Muyassiroh ( putri Mbah Manshur) tahun 1970an. Dalam acara dzikrul maut, maos Yasin tahlil ini nampak beberapa Kyai Solo yang hadir. Salah satunya Kyai Umar, Pondok Al Muayyad nampak mimpin tahlil di dekatnya, mbah saya, Mbah Yasin mendampingi.

Sumber: Gus Anas Farkhani, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Manshur Popongan
0 Komentar untuk "Kyai Menolak Bisyaroh"

Back To Top