::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Oase: Keistimewaan Bulan Ramadhan


oleh: Drs. KH. Muchlis Hudaf, 
Rois Syuriah PCNU Kabupaten Klaten

Alhamdulillah kita sekarang sudah masuk di bulan ramadhan, bulan yang penuh dengan nikmat, taufiq dan hidayah, bulan yang penuh dengan berkah dan pertolongan Allah swt untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai macam ibadah.
Sampai Nabi SAW bersabda: 

“Kalau saja umatku mengerti tentang keistimewaan bulan ramadhan, niscaya mereka berharap setahun penuh menjadi bulan ramadhan. Sehingga umatku berkeinginan bulan ramadhan usianya tidak  cuma 1 atau 2 bulan, tapi setahun lamanya. Begitu mulianya, begitu istimewanya bulan ramadhan, kenapa? Karena kebaikan di bulan ramadhan sangat luar biasa, berkumpul semuanya. Sedangkan ibadah amal saleh akan diterima oleh Allah swt. Dan do’a – do’a di bulan ramadhan akan dikabulkan. Sedangkan dosa-dosa akan diampuni. Dan surga akan didekatkan kepada umatnya". 

Nabi SAW juga bersabda:
"Apabila malam akhir bulan ramadhan telah tiba, maka menangislah langit dan bumi dan seluruh Malaikat sambil mereka berkata: “musibah telah datang pada umat Muhammad”, kemudian ada yang bertanya: wahai Rasul musibah apa itu. Nabi menjawab: yaitu berlalunya bulan ramadhan, yaitu berakhirnya bulan ramadhan. Karena do’a-do’a di bulan ramadhan dikabulkan, semua amal sedekah diterima, sedangkan amal saleh dilipatgandakan, sedangkan siksa akan diselamatkan. Kalau begitu musibah apa yang melebihi dahsyatnya dari berakhirnya bulan ramadhan? Kalau langit, bumi dan Malaikat saja menangis dengan berakhirnya bulan ramadhan, maka berarti seharusnya kita lah yang lebih bersedih dengan berakhirnya bulan ramadhan tersebut".

Berikut adalah beberapa keistimewaan Bulan Ramadhan:

Allah akan memberikan Surga khusus bagi yang puasa pada bulan ramadhan.
Nabi SAW telah bersabda:

اِنَ فِي الجَنَةِ بَابًا يُقالُ لَهُ الرَيَان يَدخُلُ فِيهِ الصَائِمُون يَومَ القِيامَة لا يَدخُلُ مِنهُ أحَدٌ غَيرُهُ

“Sesungguhnya di dalam surga ada suatu pintu yang bernama Ar Rayyan lewat pintu inilah orang-orang berpuasa akan masuk pada hari qiyamat yang tidak diperkenankan masuk dari pintu tersebut kecuali orang yang berpuasa”.

Waktu itu dikatakan: “di mana orang yang suka berpuasa, maka bangkitlah mereka, ketika saat memasuki pintu Ar Rayyan, maka tidak boleh selain mereka yang masuk, kemudian dikuncilah pintu tersebut”.


Keistimewaan kedua: Puasa merupakan benteng yang bisa menyelamatkan seseorang dari siksa api neraka.
Nabi SAW telah bersabda:
الصِيَامُ جُنَةٌ حَصِينَةٌ مِنَ النَارِ
“Puasa merupakan benteng atau perisai yang sangat kokoh yang tidak akan bisa tersentuh api neraka”. (HR. Imam Ahmad dan Imam Baihaqi)

Keistimewaan ketiga: Allah akan mengganti bau mulutnya orang puasa dengan bau yang lebih wangi dari minyak kasturi.

وَالخَلُوفُ فَمُ الصَائِمِ أطيَبُ عِندَ اللهِ مِن رِيح المِسكِ
“Sungguh bau mulut orang berpuasa lebih wangi dari pada minyak kasturi”.

Keistimewaan keempat: orang yang puasa akan mengalami 2 rasa senang atau kebahagiaan.
Nabi SAW telah bersabda:
وَاِنَ لِلصَائِمِ فَرحَتينِ اِدَا أفطَرَ فرِحَ وَاِدَا لَقِيَ اللهَ فرِحَ (رواه المسلم)
“Sesungguhnya orang yang puasa memiliki dua kebahagiaan yaitu, ketika orang puasa berbuka dan ketika dia bertemu dengan Allah nanti di akhirat”. (HR. Muslim)

Keistimewaan kelima: puasa akan membuat orang menjadi sehat.
صُومُوا تَصِحُوا
“Berpuasalah, maka engkau akan sehat”.

 Dalam ilmu kedokteran juga telah mengiyakan bahwa puasa akan menyehatkan.
Nabi SAW telah bersabda: 
“Sesungguhnya Allah pernah memberikan wahyu kepada salah satu Nabi dari kalangan Bani Israil, dengan Allah berfirman: “Beritahukan kepada kaummu, bahwa tidaklah seseorang berpuasa sehari saja pabila diniati untuk mendapat ridha Ku, maka pasti akan Aku sehatkan jasmaninya dan Aku beri pahala yang banyak”.

Itulah salah satu rahasia Allah dengan orang puasa. Maka menjadi sempurna dengan apa yang Allah firmankan: 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa". (QS. AlBaqarah ayat I83)

Keistimewaan keenam: mendapat pahala kesabaran yang sangat besar (karena bisa menahan diri saat puasa).
قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan dipenuhi pahalanya dengan pahala yang tak terhitung”.

Dan Allah pun akan memberikan nikmat yang tidak pernah dirasakan oleh siapa pun, yaitu berupa surga yang istimewa.

Keistimewaan ketujuh: diamnya orang puasa dinilai seperti orang yang membaca tasbih. Dan tidurnya adalah bernilai ibadah. 

Tapi tentunya tidak untuk tidur terus, karena berdo’a akan maqbul bagi orang puasa, lebih-lebih saat jelang berbuka adalah moment terkabulnya do’a. 

Keistimewaan kedelapan: Allah akan memerdekakan orang-orang yang tercatat sebagai ahli Neraka saat orang puasa berbuka.

Keistimewaan kesembilan: Malaikat sejagad memohonkan  rahmat dan Malaikat Jibril akan menjabat tangannya orang yang mau memberi buka. 

Barang siapa memberi buka orang yang berpuasa di bulan ramadhan dari makanan yang halal, maka malam itu para Malaikat sejagad memohonkan rahmat orang tersebut (bahkan selama malam bulan ramadhan sepenuhnya), pada malam lailatul Qadar Malaikat Jibril menjabat tangannya sebagai penghormatan. 

Sedang indikasi orang yang telah dijabat tangannya oleh Malaikat Jibril, maka menjadikan ia mudah menangis (menjadi lembut hatinya) dan mudah untuk menerima hidayah.
Kemudian ada Sahabat yang bertanya: bagaimana seandainya tidak punya makanan yang diberikan wahai Nabi?
Maka Nabi SAW bersabda: kalau tidak bisa, maka sepotong roti pun tidak mengapa. bagaimana kalau sepotong roti pun tidak punya?
Maka Nabi SAW bersabda: kalau tidak bisa, maka sesuap nasi pun tidak mengapa.
Bagaimana kalau sesuap nasi pun tidak punya?
Maka Nabi SAW bersabda: kalau tidak bisa, maka seteguk susu pun tidak mengapa.
Bagaimana kalau seteguk susu pun juga tidak punya?
Maka Nabi SAW bersabda: kalau tidak bisa, maka seteguk air pun tidak mengapa.

Jadi sangat merugilah bagi orang yang menyia-nyiakan bulan puasa dengan hal yang tidak positif.

Maka menjadi pantas, jika Nabi SAW pernah bersabda: 
“Celaka dan celaka berulang-ulang. Siapa kah orang itu wahai Nabi? Yaitu orang yang mengalami puasa ramadhan tapi melaluinya dengan tidak diampuni dosanya, artinya telah melaluinya dengan perbuatan yang sia-sia tanpa manfaat”.

Untuk itu Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim berikan lah kami hidayah, taufiq, kesehatan lahir bathin untuk bisa melakukan semua amal-amal saleh pada bulan ramadhan ini, terutama bisa menunaikan puasa dengan sempurna, melakukan ibadah tarawih tadarus al Qur’an, sedekah terutama dengan memberi makan orang yang berbuka, Aamiin. 

Tag : OASE, Syuriah
0 Komentar untuk "Oase: Keistimewaan Bulan Ramadhan"

Back To Top