::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Virus Corona, Sultan Jogja: Suasana Tidha-tidha Seperti Gambaran Ronggowarsita



Berbicara sebagai Raja Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam "Sapa Aruh Sri Sultan Hamengku Buwono X: Cobaning Gusti Allah Awujud Virus Corona", di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Senin (23/03/2020), menyebutkan bahwa dalam menghadapi persebaran virus corona SARS-CoV-2, DIY belum menerapkan lockdown, melainkan calm down (menenangkan diri).

“Untuk menenangkan batin dan menguatkan kepercayaan diri agar eling lan waspodo," kata Sultan, yang didampingi Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X dan Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji.

Sultan pun mengibaratkan situasi wabah Covid-19 ini seperti digambarkan oleh Pujangga Ronggowarsito dalam Serat Kalatidha yang menggambarkan bencana virus corona saat ini sebagai bentuk ketidakpastian.

“Seperti yang digambarkan oleh pujangga Ronggowarsito, dalam serat Kalatidha, suasana tidha-tidha yang sulit diramal penuh rasa was-was. Saya mohon para warga agar bersama memanjatkan doa ke haribaan Allah, Tuhan Yang Maha Esa, agar kita diberi petunjuk jalan lurus-Nya kembali pada ketentraman lahir dan batin," ucap Sultan.

Sultan juga menyebutkan, dalam masa tanggap darurat bencana virus corona ini, kita harus menghadapinya dengan sikap sabar tawakal, tulus ikhlas, pasrah lahir batin disertai ikhtiar yang berkelanjutan.

“Sama seperti juga bagi saya yang berkewajiban menjadi pamong projo serta pamomong rakyat Yogyakarta harus berpegang teguh pada ajaran Jawa, wong sabar rejekine jembar, ngalah urip luwih berkah," katanya.

Suasana saat ini ibarat dua sisi mata uang. Di balik bahaya, ada peluang bagaikan pedang bermata dua, bisa untuk membunuh musibah atau bertahan hidup.

Sultan menjelaskan sikap tersebut yakni eling atas Sang Maha Pencipta, dengan laku sipitual lampah ratri zikir, memohon pengampunan dan pengayoman, waspada melalui kebijakan.

Kemudian sedapat mungkin memperlambat merebaknya pandemi corona dengan cara resik resik diri dan lingkungannya sendiri-sendiri.

Jika ada yang merasa tidak sehat, Sultan menyuruh warga harus memiliki kesadaran dan menerima kalau wajib mengisolasi diri pribadi selama 14 hari sama dengan masa inkubasi penyakitnya. (disarikan dari berbagai sumber)
Tag : Nasional
0 Komentar untuk "Virus Corona, Sultan Jogja: Suasana Tidha-tidha Seperti Gambaran Ronggowarsita"

Back To Top