::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Makna Pusaka Cara Pendekar Pagar Nusa Simbolkan Semangat Organisasi



NU Klaten - Kegiatan perkemahan biasanya identik dengan kepanduan, namun beda halnya dengan kegiatan perkemahan 3 hari yang diselenggarakan  sejak Jum’at sampai Minggu tanggal 22 – 24 November 2019 di Bumi Perkemahan Tirta Mulya, Kalikotes, Klaten ini. Kegiatan perkemahan yang dipenuhi dengan nuansa kependekaran memberi warna baru bagi para santri PSNU Pagar Nusa Padepokan Jabalahad dalam menempuh proses untuk menjadi anggota baru Pagar nusa.

“Konsep perkemahan atau yang kita sebut Silat Camp ini memang pertama kali kita selenggarakan setelah kemarin selalu menggunakan konsep pos dan long marc, selain itu prosesi ijazahan dengan kungkum (berendam) juga pertama kali ini dilaksanakan dalam Ujian Kenaikan Tingkat” papar Salim Ukhrowi selaku ketua panitia dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Ujian Kenaikan Tingkat 3 ini tak hanya berjalan dengan konsep baru namun juga budaya baru dengan menghadirkan pusaka dalam rangkaian kegiatannya. Pusaka yang dihadirkan berupa 1 keris dan 4 tombak milik pengasuh Padepokan Jabalahad, Gus Iman Widodo. Masing-masing pusaka hadir dengan nama dan filosofi yang berbeda-beda.

Berdasarkan keterangan yang didapat dari panitia, keris bernama Kyai Sabuk Tampar yang berpamor Bendo Segodo memilki filososfi ikatan persaudaraan yang mengikat satu sama lain. Luk keris yang berjumlah 9 berarti kesiapan menjalin ikatan kebaikan dengan tali-tali yang lain untuk tercapainya ikatan masyarakat yang luhur.

Adapun tombak pertama bernama Nyai Dorodasih melambangkan sifat anggota PN yang keibuan dalam ngemong santri-santrinya.

Tombak kedua bernama Kyai Panggang Lele melambangkan anggota PN yang mampu survive dan tetap berdiri dalam keadaan apapun.

Tombak ketiga bernama Kyai Braholo Seto melambangkan anggota PN yang sehalus apapun sifatnya namun saat “wewengkon” yaitu harta, nyawa dan martabatnya diganggu maka ia kan jadi “buto” yang mengerikan.

Tombak yang keempat bernama Kyai Sidem Kayon melambangkan anggota PN adalah pengayom dan pembawa ketentraman didaerah “wewengkonnya” atau daerah yang dinaunginya.

“Adanya pusaka – pusaka tersebut merupakan bentuk simbolis harapan para anggota Pagar Nusa untuk berjalannya organisasi kelak, selain itu harapannya antar santri bisa membangun jalinan kekeluargaan dan jalinan sosial yang baik setelah 3 hari hidup bersama dengan tugas yang perlu diselesaikan secara tim” tutur salim menjelaskan.



Kegiatan yang diikuti 256 peserta dan mengangkat tema “Mencetak Pesilat yang Cakap, Tanggap dan Religius” ini kedepannya akan dilanjutkan dengan acara wisuda dan ziarah kebeberapa wali dan pendiri Pagar Nusa serta diklat pasukan inti dengan kriteria-kriteria yang lebih ketat.

Gus Iman juga berpesan supaya kekreatifitasan tidak hanya ada dikegiatan ini saja, namun juga kedepannya bisa memberikan inovasi demi kamajuan organisasi Pencak Silat NU Pagar Nusa. (Arindya/Wahyu)
Tag : Banom, Pagar Nusa
0 Komentar untuk "Makna Pusaka Cara Pendekar Pagar Nusa Simbolkan Semangat Organisasi"

Back To Top