::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Bagaimanapun Jika Ngaku Santri Maka Harus Cinta NKRI



NU Klaten - Hari Santri merupakan pengakuan Negara atas eksistensi Santri dan Pesantren. Di mana sejak zaman kerajaan dahulu, Santri dan Pesantren senantiasa menjadi pendukung dan penopang utama sebuah kerajaan, khususnya di era perang pengusir penjajah. Tercatat di Klaten sendiri, keberadaan Panembahan Kajoran yang dimakamkan di Klaten Selatan dan Para Ulama Bayat menjadi pendukung utama melawan penjajah dan penjajahan. Pasca era Perang Diponegara, alumni-alumni pasukan dan keluarga Diponegara menyebar ke penjuru negeri untuk melanjutkan pertempuran, namun dalam bentuk lain. Bisa ambil contoh Kyai Imam Rozi Singomanjat di Tempursari, Ngawen ataupun Kyai Singo Waspada yang kelak menurunkan Kyai Abdul Mannan, pendiri NU Klaten dan masih banyak lagi.

Saat Resolusi Jihad Hadlatussyaikh KH Hasyim Asy'ari pun yang menyambut terlebih dahulu adalah keturunan baik ideologis maupun biologis dari laskar-laskar santri yang leluhurnya dulu pernah berjuang. Maka jika ada yang mengaku santri namun tidak cinta Tanah Airnya, maka jelas masih dipertanyakan kesantriannya. Bagaimanapun Jika Ngaku Santri Maka Harus Cinta NKRI.



Ada dua tema besar yang diambil dalam Hari Santri Nasional 2019. Jika Kementerian Agama RI mengambil tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia” maka RMI-PBNU mengambil tema “Santri Unggul Indonesia Makmur”. Walaupun kedua tema ini terkesan berbeda namun hakikatnya sama. Kementerian Agama hendak mengangkat bahwa inilah saatnya santri Indonesia mengambil peran dalam kancah dunia, dengan mengangkat Islam Nusantara. Tetapi juga jangan melupakan bahwa santri juga harus mempersiapkan diri dengan bekal kompetensi dan mental agar unggul, setidaknya dengan memberi contoh negaranya sendiri makmur.

Peringatan Hari Santri Nasional, Pemkab Klaten menggelar Upacara Bendera Selasa (22/10) di Alun-Alun Klaten, Upacara Hari Santri dibuka dengan adanya penampilan Marching Band yang mengusung tema “The Battle Of Surabaya”. Upacara diikuti oleh seluruh santri se-kabupaten Klaten dan tamu undangan dari MUI, NU, Muhammadiyah, LDII, KUA. Bupati Klaten Sri Mulyani hadir sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat dari Menteri Agama Republik Indonesia. 

Pesantren menjadi Laboratorium Perdamaian, maka sebagai laboratorium mengajak Santri untuk merawat perdamaian dunia dan terdepan dalam mengemban misi dan menyampaikan pesan-pesan perdamaian. Terpilihnya Indonesia sebagai Anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB sejak 02 Januari 2019 sampai 31 Desember 2020. Posisi tawar mendorong perdamaian dunia semakin kuat dan nyata, Sambutan Menteri Agama yang disampaikan Bupati Klaten Sri Mulyani.

Terasa istimewa dengan hadirnya UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Pesantren tidak mengembangkan fungsi pendidikan saja tetapi mengembangkan fungsi dakwah dan pengabdian masyarakat. UU ini Negara hadir rekognisi, reformasi dan fasilitasi tamatan Pesantren juga memiliki hak yang sama, dengan tamatan lembaga lainya. (Nan/Min)


Tag : Hari Santri
0 Komentar untuk "Bagaimanapun Jika Ngaku Santri Maka Harus Cinta NKRI"

Back To Top