::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Saat Ulama Berpulang dan Tidak Ada Gantinya, Bisa Jadi Orang-orang Dzalim Menjadi Panutan


NU Klaten - Hari ini, warga Nahdlatul Ulama dan Bangsa Indonesia berduka karena berpulangnya seorang Ulama Kharismatik yang menjadi panutan, pathok dan keberkahan yaitu KH. Maimoen Zubair, atau akrab disapa Mbah Moen. Beliau berpulang pada Selasa, 6 Agustus 2019, pukul 04.17 waktu Arab Saudi di Mekah al Mukarromah.

Tentang kematian para kiai, Penjabat Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar berpendapat, meninggalnya para kiai merupakan kesedihan yang luar biasa. Menurut dia, meninggal seorang alim ibarat retaknya sebuah bangunan yang sempurna. Keretakan itu tidak akan pernah tersempurnakan lagi karena seorang alim tersebut membawa pergi ilmu, kelebihan, kebijaksanaannya, dan lainnya.  Karena, ketika seorang alim wafat, yang ditinggalkannya paling juga hanya 10 persen. Sementara sisanya terbawa dengan sendirinya. 

Hal senada diungkapkan Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin dalam berbagai kesempatan. Menurutnya, mautul ‘alim, mautul alam. Wafatnya orang alim, itu matinya alam. Bahkan menurut dia, setiap ulama meninggal, segala kharisma bahkan ilmunya dibawa pergi. 

Dengan demikian, mendukung santri-santri di pesantren untuk tafaquh fid din adalah hal yang niscaya. Persemaian bibit-bibit santri merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab, semakin lama orang yang benar-benar paham soal agama atau ulama semakin berkurang karena dimakan usia. Nah, keberadaan santri diharapkan dapat menjadi pemegang tongkat estafet kepemimpinan para ulama di masa yang akan datang 

Sebab, kalau tidak ada penerus para kiai yang alim, sangat berbahaya. Kalau sampai tidak tersisa orang alim, manusia akan mengangkat manusia dzalim sebagai panutannya, maka mereka semua sesat dan menyesatkan. (Istono/Min)
Tag : Tokoh, Ulama
0 Komentar untuk "Saat Ulama Berpulang dan Tidak Ada Gantinya, Bisa Jadi Orang-orang Dzalim Menjadi Panutan"

Back To Top