::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Menelisik Sejarah Berdirinya Klaten



NU Klaten - Kawasan Klaten merupakan wilayah tua yang telah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya peninggalan Candi Prambanan dan Candi Plaosan di era Mataram Kuno, demikian pula tempat-tempat lama seperti Bayat sebagai Makam Sunan Pandanaran, Jatinom sebagai Makam Ki Ageng Gribig dan sebagainya yang telah ada jauh sebelum Klaten lahir. Klaten lahir dan terbentuk secara administratif dengan berdirinya sebuah benteng milik Belanda yang bernama Benteng Engelenburg (Fort Engelenburg). Kala itu, daerah Klaten masuk ke dalam wilayah Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.



Sejarah Klaten tersebar diberbagai catatan arsip-arsip kuno dan kolonial, arsip-arsip kuno dan manuskrip Jawa. Catatan itu seperti tertulis dalam Serat Perjanjian Dalem Nata, Serat Ebuk Anyar, Serat Siti Dusun, Sekar Nawala Pradata, Serat Angger Gunung, Serat Angger Sedasa dan Serat Angger Gladag. Dalam bundel arsip Karesidenan Surakarta menjadikan rujukan sejarah Klaten seperti tercantum dalam Soerakarta Brieven van Buiten Posten, Brieven van den Soesoehoenan 1784-1810, Daghregister van den Resi dentie Soerakarta 1819, Reporten 1787-1816, Rijksblad Soerakarta dan Staatblad van Nederlandsche Indie, Babad Giyanti, Babad Bedhahipun Karaton Negari Ing Ngayogyakarta, Babad Tanah Jawi dan Babad Sindula menjadi sumber lain untuk menelusuri sejarah Klaten. Baik sumber arsip kolonial, arsip kuno maupun manuskrip Jawa ternyata saling memperkuat dan melengkapi dalam menelusuri sejarah Klaten. 



Berdirinya Benteng atau loji Klaten di masa pemerintahan Sunan Paku Buwana IV mempunyai arti penting dalam sejarah Klaten. Banteng ini bernama Benteng Engelenburg (Fort Engelenburg). Pendirian benteng tersebut peletakan batu pertamanya dimulai pada hari sabtu Kliwon, 12 rabiulakir, Langkir, Alit 1731 atau sengkala RUPA MANTRI SWARANING JALAK atau dimaknai sebagai tanggal 28 Juli 1804. Sumber sejarah ini dapat ditemukan dalam Babad Bedhaning Ngayogyakarata dan Geger Sepehi. Catatan sejarah ini oleh pemerintah Kabupaten Klaten melalui Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2007 sebagai Hari Jadi Kabupaten Klaten yang diperingati setiap tahun.

Nama Klaten justru baru muncul dalam sumber sejarah kolonial, ketika desa ini dipilih sebagai tempat pendirian Benteng (Loji). Desa tersebut dipercaya pernah ditinggali oleh Kyai dan Nyai Melati. Benteng (Loji) sebagai pusat kekuasaan pemerintah kolonial, dalam pendiriannya selalu dicatat dan diarsipkan oleh pegawai pemerintah kolonial. Apalagi Benteng  Klaten yang disebut juga dengan Loji Klaten, memiliki fungsi militer dan administrasi yang penting, karena berada tepat di tengah kekuasaan Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Maka segala aktifitas berkaitan dengan benteng  selalu tercatat dengan baik. Pendirian benteng  klaten yang peletakan batu pertamanya dimulai pada hari Sabtu, 28 Juli 1804. Pendirian benteng di desa Klaten dapat dianggap sebagai awal munculnya sebuah pemerintahan supra desa, karena benteng merupakan simbol kekuasaan, baik tradisional maupun kolonial. Menurut Encyclopaedie van Nederlandsch Indie (2de druk) 1918, benteng yang dilengkapi 4 bastion ini diresmikan tahun 1807.



Berdasar pendirian benteng inilah, maka pada tahun-tahun berikutnya Klaten dipilih sebagai tempat kedudukan pos tundhan pada tanggal 12 Oktober 1840, Kabupaten Gunung Polisi pada tanggal 5 Juni 1847 (berdasarkan Staatsblad no.30 tahun 1847, Staatsblad no.32 tahun 1854 dan Staatsblad no. 209 tahun 1874) dan Kabupaten Pangreh Praja pada tanggal 12 Oktober 1918 (berdasarkan Rijksblad Surakarta, no.23 tahun 1918). Namun sesudah tahun 1880 ada pergeseran dalam strategi pertahanan di Pulau Jawa. Untuk menjaga pertahanan didaerah pedalaman dipilihlah kota-kota garnizun pada tiap-tiap provinsi. Malang untuk provinsi Jawa Timur, Magelang untuk  Jawa Tengah dan Bandung dengan garnizun di Cimahi untuk Jawa Barat. Lalu benteng ini dibongkar dan menjadi Masjid Raya Klaten. (LTN-PCNU Klaten)

Tag : Klaten, Sejarah
0 Komentar untuk "Menelisik Sejarah Berdirinya Klaten "

Back To Top