::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Fiqih Muslimah: Dalil-dalil Tentang Haid


oleh: Nyai Dhomirotul Firdaus atau 
Ning Firda dari Lirboyo Pengisi kajian rutin "Kiswah Female" di TV9 

Nah, selanjutnya mimin akan bahas dalil tentang haidl yaah..kuy simak... Haidl adalah kodrat wanita yang tidak bisa dihindari dan sangat erat kaitannya dg aktifitas ibadah sehari-hari. Sebagaimana firman Alloh dalam surat Al-Baqoroh ayat 222 :
وٙيٙسْأٙلُوْنٙكٙ عٙنِ الْمٙحِيْضِ قُلْ هُوٙ أٙذًى فٙاعْتٙزِلُوا النِّسٙاءٙ فِي المٙحِيْضِ وٙلٙاتٙقْرٙبُوْ هُنّٙ حٙتّٙى يٙطْهُرْنٙ فٙإذٙا تٙطٙهّٙرْنٙ فٙأْتُو هُنّٙ مِنْ حٙيْثُ أٙمٙرٙكُم اللهُ إِنّٙ الله يُحِبُّ التّٙوّٙابِينٙ 
وٙيُحِبُّ المُتٙطٙهِّرِينٙ (البقرة ٢٢٢)

Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang haidl. katakanlah : "Haidl itu adalah suatu kotoran" Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidl dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang di perintah Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang² yang taubat dan menyukai orang² yang mensucikan diri

kemudian selain dalil dari ayat al-qur'an, ada pula dalil dari sebuah hadits shohih di bawah ini 
هٙذٙا شٙيْئٌ كٙتٙبٙهُ الله عٙلٙى بٙنٙاتِ آدٙمٙ (متفق عليه) 
Artinya : Ini (haidl) merupakan sesuatu yang telah di takdirkan Allah kepada cucu² wanita adam (HR. Bukhori dan Muslim) 
Pada masa jahiliyah, haidl di anggap sesuatu yang menjijikkan yang harus di pikul kaum wanita. 
Pada masa itu, orang yahudi tidak memperlakukan secara manusiawi terhadap istrinya yang sedang haidl, mereka mengusirnya dari rumah, tidak mau mengajak tidur dan makan bersama, yang semua itu sangat melecehkan kaum wanita.

Sementara, orang nasroni mempunyai kebiasaan menggauli istrinya ketika haidl.

Hal ini mendorong para sahabat untuk menanyakan tentang hukum² haidl, sehingga turunlah ayat di atas. Ayat dan hadits di atas merupakan gambaran sebagian jawaban tentang hukum² yang terkait dengan haidl. Dimana wanita harus tetap diperlakukan sebagaimana mestinya .

Dari sinilah, kemudian para ulama merumuskan hukum² yang terkait dengan haidl. Dengan didukung hadits² lain sesuai bab nya. Selain itu imam As-Syafi’i dalam merumuskannya, tidak hanya berlandaskan pada Al-Qur'an dan hadits, akan tetapi beliau mengadakan penelitian pada berpuluh² bahkan beratus² wanita dari berbagai daerah dan taraf ekonomi yang berbeda untuk menyimpulkan hukum-hukumnya.

Nah Jadi gimana sih seharusnya suami atau keluarga memperlakukan wanita yg sedang haidl? bukan dg cara di usir² dari rumah ato di anggap menjijikkan ya..pemahaman ini yang harus di luruskan, perlakukan lah wanita itu seperti layaknya manusia meskipun ia sedang haidl, yg di maksud dlm ayat surah albaqoroh diatas adalah bagi suami agar tidak menggauli (berhubungan suami istri) sang istri disaat ia sedang haidl nah kemudian ketika sang istri sudah suci maka sang suami boleh menggaulinya lagi.
.
.
Sumber : Al-Majmu' Syarh al-Muhadzab, Al-Um
0 Komentar untuk "Fiqih Muslimah: Dalil-dalil Tentang Haid"

Back To Top