::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Fatayat NU Harus Menjadi Agen Dalam Melawan Kekerasan Perempuan di Media Sosial



NU Klaten - Di era Revolusi Industri 4.0 ini, perempuan memiliki kecenderungan untuk menjadi korban di dalamnya. Berdasarkan data dari CATAHU 2019, data jumlah perempuan korban kekerasan relatif naik dari tahun ke tahun. Hal ini disampaikan oleh Minardi, Ketua LTN NU Klaten. Dalam acara Family Gathering: Memperkuat Ke-Aswaja-an di Era Millenial. Dalam rangka memperingati Harlah Fatayat NU ke-69 dari PAC Fatayat NU Ngawen, Klaten. Tanggal 21 April 2019, pukul 07.30 WIB di Joglo Mbah Lurah samping Sendang Sinongko, Pokak, Ceper, Klaten. Selain itu juga menghadirkan Instruktur PKPNU Tingkat Nasional yang juga Pengasuh PP Ki Ageng Gribig Jatinom, Klaten yaitu K Anas Muzayyin. 

“Setidaknya ada 8 bentuk kekerasan berbasis gender online yang dilaporkan kepada Komnas Perempuan, yaitu: Pendekatan untuk memperdaya (cyber grooming); Pelecehan online (cyber harassment); Peretasan (hacking); Konten ilegal (illegal content); Pelanggaran privasi (infringement of privacy); Ancaman distribusi foto/video pribadi (malicious distribution); termasuk cyberbullying; Pencemaran nama baik (online defamation); dan Rekrutmen online (online recruitment).” ungkap Minardi, Ketua LTN NU Klaten



Maka perempuan Nahdlatul NU, khususnya Fatayat NU harus cerdas dalam media sosial dan sekaligus agen dalam melawan kekerasan terhadap perempuan di jagad maya.

“Cara-cara yang bisa dilakukan oleh perempuan untuk melawan kekerasan di dunia digital dengan: cermati email/nomor hape dan password; hati-hati menggunakan warnet; jangan sembarangan buka-klik link; jangan suka menunjukkan foto, harta dan keberadaan; mengingat adanya Big Data, maka jangan upload foto atau video berbau sex, apalagi dikirim ke pacar; jangan termakan rayuan di media sosial.” imbuh Minardi

Perempuan/wanita NU juga bisa ikut mensyiarkan paham Ahlussunnah wal Jama’ah di jagad maya. Istilahnya digitalisasi dakwah Aswaja, karena kita tahu bahwa NU itu memiliki banyak kitab dan dhawuh Para Ulama yang seharusnya disebarkan di dunia maya. (Ika/Min)


Tag : Banom, Fatayat
0 Komentar untuk "Fatayat NU Harus Menjadi Agen Dalam Melawan Kekerasan Perempuan di Media Sosial"

Back To Top