::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Di Haul Sunan Pandanaran, Gus Muwwafiq Mengungkap Makna Pacul


NU Klaten - Para Ulama telah mensyiarkan Islam di Nusantara tanpa menyinggung perasaan masyarakat, sehingga tidak menimbulkan gesekan dan diterima dengan baik oleh masyarakat, inilah Islam Nusantara. Diantaranya dengan makna atau falsafah dari Pacul, hal ini disampikan oleh Gus Muwwafiq secara mendalam saat Haul Agung Sunan Pandanaran, di Paseban, Bayat, Klaten.   

"Pacul itu terdiri atas tiga bagian, yaitu pacul, yaitu besinya; bawak atau lubang yang dipakai untuk doran; doran sendiri merupakan kayu untuk pegangan. Pacul memiliki arti ngipatake barang kang muncul; bawak memiliki arti obahing awak; doran memiliki arti dongo marang Pengeran."



Pacul, memiliki arti "ngipatake barang kang muncul". Artinya, menyingkirkan bagian yang mendugul atau bagian yang tidak rata. Dari alat Pacul tersebut setidaknya bisa diartikan bahwa kita manusia ini harus selalu berbuat baik dengan menyingkirkan sifat-sifat yang tidak rata, seperti ego yang berlebih, cepat marah, mau menang sendiri dan sifat-sifat jelek kita lainnya yang dikatakan 'tidak rata'. Bawak, memiliki arti "obahing awak". Arti obahing awak adalah gerak tubuh. Maksudnya, kita manusia hidup ini diwajibkan untuk berikhtiar mencari rezeki dari Gusti Allah guna memenuhi kebutuhan hidup. Disamping itu, arti ikhtiar tersebut juga bukan hanya berarti mencari rezeki semata, tetapi juga ikhtiar untuk senantiasa "manembah Gusti Allah tan kendhat rino kelawan wengi" (menyembah Gusti Allah siang maupun malam). Doran, memiliki arti "Dongo marang Pengeran" ada juga yang mengartikan "Ojo Adoh Marang Pengeran". Arti "Dongo Marang Pengeran" adalah doa yang dipanjatkan pada Allah. Pengeran berasal dari kata Gusti Allah kang dingengeri (Gusti Allah yang diikuti). Sedangkan "Ojo Adoh Marang Pengeran" memiliki arti janganlah kita manusia ini menjauhi Gusti Allah. Manusia harus senantiasa wajib ingat dan menyembah Gusti Allah, bukan menyembah yang lain. 




Haul rutin yang diadakan setiap Bulan Ruwah di penanggalan Jawa ini bertempat di Joglo Petembayatan, Kompleks Makam Sunan Pandanaran, Bayat, Klaten. Ahad malam Senin (malam ini), 21 April 2019, dimulai pukul 19.00 WIB. Dihadiri oleh segenap Keluarga Bani Sunan Pandanaran, Para Ulama, Pengurus NU, Para Pejabat Pemerintah dan ribuan jama'ah. (Habib/Min)

Rekamannya bisa diikuti di https://www.youtube.com/watch?v=3T9KN0RfF9s
Tag : Haul, Pengajian
0 Komentar untuk "Di Haul Sunan Pandanaran, Gus Muwwafiq Mengungkap Makna Pacul"

Back To Top