::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Terungkap! Inilah Cara-cara Menyerang NU di Medsos



"Ojo Kagetan, Ojo Gumunan" 
(Dhawuh Kanjeng Sunan Ampel kepada Kanjeng Sunan Kalijaga)

Tulisan ini sebenarnya sudah disebarkan melalui status postingan di facebook dan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat luas. Namun, melihat kondisi yang semakin giat menyerang NU, maka kami ingin mengangkat tulisan ini ke dalam website.

Pola-pola dan cara-cara menyerang NU, penulis sarikan dari temuan-temuan di media sosial, baik di youtube, facebook, Grop WA, instagram sampai kepada twitter. Mereka yang menyerang itu bukan dan belum tentu orang NU. Karena di medsos siapa saja bisa ngomong apa saja, tanpa sumber yang jelas, maka jatuhnya bisa hoax dan ujaran kebencian. Kita masih kesulitan menelusur sumber tulisan itu, kecuali jika memiliki alat yang canggih untuk melacak sumber dan arah share-an informasi. 


1. Mengaku NU
Pola pertama dengan merendahkan KH. Said Aqil Siradj selaku Ketua Umum PBNU.
Cara ini biasanya terucap dengan kata: "saya ini juga NU, tapi NU nya Mbah Hasyim Asy'ari bukan Said Aqil Siradj"  ada lagi "Saya ini NU sejak lahir, tapi NU sekarang beda dengan NU nya Mbah Hasyim" dan masih banyak varian perkataan yang intinya merendahkan KH. Said Aqil Siradj selaku Ketua Umum PBNU.
Padahal kita bisa ber-NU ala Mbah Hasyim Asy'ari ya harus lewat jalurnya, yaitu PBNU. Harus ada sanad yang jelas, sehingga sanad keilmuwan NU itu bagaikan untaian emas dari Mbah Hasyim Asy'ari, Rais Akbar kepada Ulama dan Pimpinan NU sesudahnya.

Pola kedua: Muncul pula kelompok-organisasi dan grop medsos liar yang mengaku NU dan Aswaja tapi hendak menggiring secara halus jama'ah yang polos untuk dijerumuskan menjelekkan NU.

2. Mengaku Santri
Dahulu banyak orang anti dengan kata Santri, dianggap kuno dan identik NU. Tapi, muncul sebuah gerakan halus dan senyap, khususnya di media sosial penggunaan kata "Santri" tapi malah menolak PBNU. Biasanya bergerak di grop-grop WA dan facebook, beberapa di instagram. Maka, pengguna media sosial jangan tertipu dan mudah kagum kalau ada yang mengaku-aku di medsos.

3. Memusuhi Pimpinan NU
Kyai Haji Said Aqil Siradj adalah Ketua Umum PBNU. Ketua Umum adalah amanah terpenting di NU. Marwah Ketua Umum PBNU sama juga Marwah NU. 
Pola saat ini, ada arus untuk membuat de-legitimasi (tidak percaya) kepada KH. Said Aqil Siradj, dengan segala fitnah yang ditujukan kepada beliau.
Bukan hanya Ketua Umum, tapi juga Rais Aam dan Khatib Syuriah juga pernah difitnah. Semata-mata untuk de-legitimasi. Agar arah pikiran masyarakat umum: "Ketuanya aja kayak gitu, pasti NU yang dipimpin juga kayak gitu".



4. Memusuhi Banser
Banser adalah anak dari GP. Ansor, sebuah Banom di NU. Penyerangan kepada Banser juga termasuk ke dalam nomor 3, yaitu: membuat de-legitimasi. Kita tahu, komitmen Kebangsaan inilah yang senantiasa dijaga Banser, dan NU pada umumnya.

5. Menyerang Tradisi dan Amaliyah
Ini sudah dari dahulu. Tetap NU tetap istiqomah dan semakin kuat dengan menjelaskan dalil-dalil yang kuat. 
Dan fenomena organisasi nyempal adalah ingin "asal beda" dari NU dan jelekin NU. Tapi setelah NU nunjukkin dalil-dalil kuatnya, maka larinya kalau gak pake taktik "menyerupakan diri dengan NU" ya "menyerang Banser atau Kyai Said"

Jangan terlalu mudah dan terpancing dengan postingan di medsos, di internet pada umumnya. Internet itu sebuah jagad sendiri, makanya disebut jagad maya atau dunia maya. Dunia yang luas dan siapa saja bisa dengan mudah menyebar hoax dan ujaran kebencian.

Rumusnya hidup di era media sosial, internet dan dunia maya adalah "Ojo Kagetan, Ojo Gumunan" (Dhawuh Kanjeng Sunan Ampel kepada Kanjeng Sunan Kalijaga)

Maka, segenap Jama'ah dan Jam'iyyah NU tetap Istiqomah dalam Dakwah.
Pahami NU itu apa dan bagaimana. Kenali Para Ulama dan Pimpinan NU dan bagaimana adab bersikap kepada mereka.
NU bukan sekedar organisasi biasa maka keadaban harus tetap dipakai.

by: LTN NU Klaten Crew
Tag : Opini
0 Komentar untuk "Terungkap! Inilah Cara-cara Menyerang NU di Medsos"

Back To Top