::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

MESKIPUN TIADA NAMUN TETAP HIDUP



Saya teringat dg dua bait syi'ir yg menguraikan tentang ilmu dan ulama yg tergores dalam sebuah kitab klasik yg cukup tipis, namun senantiasa dibaca dan dipelajari dimadrasah- madrasah diniyah dan pondok-pondok pesantren di hampir seluruh pelosok nusantara negeri tercinta ini.

Buku tersebut dipelajari sebagai fondasi dan bekal utama dan pertama dalam mengapai ilmu agama bagi para santri kecil atau pemula, sehingga dengannya akan membuat semangat dan gigih dalam mencari ilmu agama.

Meskipun buku tersebut sangat kecil, tipis dan simpel, namun memiliki nilai pendidikan yg sangat tinggi.

Bait syi'ir tersebut adalah sebagai berikut :

"Para ulama mereka tetap ‘hidup’ (nama dan jasanya tetap dikenang) meskipun mereka telah wafat. Sedangkan orang bodoh yang hidupnya senantiasa merugikan orang lain, ia dianggap telah ‘mati’, meskipun jasadnya masih hidup."

Berangkat dari kedua bait syi'ir di atas, maka untuk membenarkannya kami mencoba untuk membuka lembaran sejarah ulama tempo dulu, ternyata betul sekali.

Al-Imam Abi Zakaria Nawawi ra, meninggal dunia dalam kondisi masih singel atau belum sempat nikah dan karena belum nikah, maka tentu beliau tidak memiliki anak keturunan yg mendoakan untuknya, namun meskipun demikian, yg luar biasa hingga kini semua santri diseluruh penjuru dunia telah mengenal dan membaca karya-karyanya, seperti hadits arba'in, al-adzkar, riyadhushsholihin dan lainnya, bahkan karomah beliau berada di dalam karya-karya tersebut, bagi santri yg ingin menggapainya, maka pelajari karya-karya itu.

Syaikhul islam Ibnu Taemiyah juga sama, meninggal dunia dalam kondisi masih singel atau belum sempat nikah dan karena belum nikah, maka tentu beliau juga tidak memiliki anak keturunan yg mendoakan untuknya, meskipun demikian, tapi yg luar biasa hingga kini semua santri diseluruh penjuru dunia juga telah mengenal dan membaca karya-karyanya,

Seorang ahli tafsir terkenal Al-Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari ra meninggal dunia dan beliau juga belum sempat nikah dan beliau juga tidak punya anak keturunan yg mendoakan untuknya, namun yg luar biasa, beliau memiliki karya, pemikiran dan tulisan yg sangat banyak yg dibutuhkan oleh para ulama sepanjang zaman, dimanapun meteka berada,

Imam Darul Hijrah Malik bin Anas ra, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam adzdzahabi ra, beliau ra pernah suatu ketika disiksa oleh sang penguasa hingga membuatnya terjatuh pinsan, lalu beliau ra mengatakan, "Sungguh aku berharap setiap pecutan yg aku rasakan kelak akan membuat derajatku di syurga bertambah tinggi, lalu beliau meninggal dunia, namun nama dan karyanya pun terus dikenang di mana-mana, sepanjang zaman.

Begitu pula dengan Imam Ahmad bin Hambal ra, mereka yg memenjarakan dan menjilidnya dg cemiti saat berada di dalan tirai besi, karena membela kebenaran, maka tidak terdengar namanya, sementara Imam Ahmad bin Hambal ra, namanya, sejarahnya, cerita dan madzhabnya terus dikenang, dikebal dan diikuti banyak orang hingga sekarang.

Begitu pula dg mereka yg memusuhi, menyakiti dan mengusir Al-Imam Bukhari ra hingga meninggal dunia dalam posisi terusir dalam pengasingan tak seorangpun dari mereka dikenal, mereka hilang, sementara Nama imam bukhari dan karyanya terus di baca dan didengar di mimbar-mimbar, pesantren, sekolah, majlis ilmu di seluruh penjuru dunia..

Nama mereka terus terkenang, disebutkan, dan dihidupkan oleh Allah Swt, karena ilmu mereka dan suara lantang mereka dalam membela kebenaran.

قد مات قوم وما ماتت مكارمهم..وعاش قوم وهم بين الناس أموات..

Banyak tokoh dan ulama, jasad mereka telah tiada, namun jasa dan kebaikan mereka terus hidup dan menyala.
Dan banyak pula orang yg jasadnya terlihat masih hidup, tapi keberadaannya diantara komunitas manusia tidak berguna dan berarti, mereka bagai mayat yg hidup.

Neng duwure sepur, Jum'at, 8/2/2019.
perjalanan, pml, tgl, pwt, kbmen, jgj, solo.
mugi manfaat.

Oleh: Habib Muhdor Ahmad Assegaf 
Tag : Opini
0 Komentar untuk "MESKIPUN TIADA NAMUN TETAP HIDUP"

Back To Top