::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Umar bin Abdul Aziz dan Lampu, Keteladanan Seorang Pemimpin


Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah seorang khalifah yang zuhud, wara’ dan sholeh. Umar bin Abdul-Aziz bergelar Umar II, lahir pada tahun 63 H / 682 – Februari 720; umur 37–38 tahun). Adalah khalifah Bani Umayyah yang berkuasa dari tahun 717 (umur 34–35 tahun) sampai 720 (selama 2–3 tahun). 

Tidak seperti khalifah Bani Umayyah sebelumnya, beliau bukan merupakan keturunan dari khalifah sebelumnya, tetapi ditunjuk langsung, di mana ia merupakan sepupu dari khalifah sebelumnya, Sulaiman.

Umar bin Abdul Aziz adalah santri dari seorang Ulama Sufi terkenal yang bernama Hasan Al Bashri. Hasan Al Bashri sendiri juga merupakan seorang Tabi'in yang belajar Islam langsung dari para Sahabat Nabi SAW.

Umar bin Abdul Aziz dan Lampu

Diceritakan bahwa suatu ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz sedang berada di kantor untuk kerja lembur kerajaan. Keadaan ruangan sangat gelap hingga terpaksa memasang lampu pelita. Seseorang datang dan masuk kantor Khalifah setelah diizinkan. Tiba-tiba Umar memadamkan api pelita itu, maka beliau berbicara dengan tamunya dalam keadaan gelap, membuat orang lain keheranan.

“Mengapa Amirul Mukminin melayani tamu dalam keadaan gelap?” tanya seorang pegawai Khalifah.

“Yang datang tadi itu adalah keluargaku. Dia datang kepadaku karena ada urusan pribadi, sedangkan lampu pelita adalah milik negara. Oleh sebab itu, ketika aku berbicara masalah pribadi, aku padamkan lampu tersebut karena tak mau terpakai milik negara.” kata Umar bin Abdul Aziz. (Nan/Min)


Tag : Tausyiah
0 Komentar untuk "Umar bin Abdul Aziz dan Lampu, Keteladanan Seorang Pemimpin"

Back To Top