::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

OASE: KEISTIMEWAAN BERDZIKIR DALAM SUATU MAJELIS

Sumber: www.kabarbanyuwangi.info

oleh: KH. Drs. Muchlis Hudaf, Rois Syuriah PCNU Klaten

Kurang bijak kiranya kalau kita terlalu cepat membid’ahkan suatu amalan seseorang dengan alasan Nabi SAW tidak melaksanakan atau menyuruhnya, tanpa melihat esensi dari amalan tersebut. Karena di saat kita membid’ahkan orang lain, maka di saat itu pula lah kita juga menganggap orang tersebut sesat, na’udzubillah tsumma na’udzubillah. Jadi masih ada yang hanya terlalu melihat kulitnya saja tanpa melihat isinya. Sebut saja misalnya sebuah perkumpulan dalam rangka Maulid Nabi SAW yang disitu tidak lain hanya ingin mengingat Nabi dan berdzikir kepada Allah serta untuk mempererat tali silaturahim dalam menjaga persatuan (lebih-lebih di tahun politik ini).

Sedangkan orang yang berkumpul bersama dalam keadaan berdzikir, maka Allah akan mencurah-ruahkan rahmat Nya kepada mereka. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallam diriwayatkan dari Abu Hurairah dan Abu Said al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah SAW bersabda: 

“Tidak lah berkumpul seseorang/suatu kaum (dalam suatu majelis) yang hanya bertujuan untuk berdzikir kepada Allah, melainkan para Malaikat akan mengelilingi dan melindungi mereka, dan Allah pun melimpah ruahkan rahmat kepada mereka, dan mereka akan mendapatkan ketenangan batin dan Allah akan menyebut (membangga-banggakan) mereka terhadap para Malaikat” (HR. Muslim).

Karena dulu saat Allah akan menciptakan manusia, Malaikat kurang setuju yang menganggap manusia nantinya hanya akan saling menumpahkan darah. Tapi Allah lebih mengetahui dengan apa yang telah dikehendaki.  

Maka di saat manusia berkumpul di suatu majelis dan berdzikir, saling mengasihi, saling mencintai, saling menghormati dan saling menjaga persatuan, maka Allah akan membangga-banggakan, memamerkannya di depan para Malaikat, sebagai bukti bahwa manusia tidak seperti yang telah disangkakan para malaikat saat akan diciptakan.

Untuk semakin menumbuhkan rasa cinta kita kepada majelis-majelis seperti ini, maka mari kita simak Hadits Nabi SAW selanjutnya, bahwa Rasulullah Shollahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: 

“Sesungguhnya ada diantara hamba Allah yang mereka itu bukanlah para Nabi dan bukan pula para Syuhada’. Mereka dirindukan oleh para Nabi dan Syuhada’ pada hari Qiyamat karena kedudukan (maqom) mereka di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, seorang dari Sahabat berkata: “Siapa gerangan mereka itu wahai Rasulullah, semoga kita dapat mencintai mereka”. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab; “mereka adalah suatu kaum yang saling berkasih sayang dengan anugerah Allah bukan karena ada hubungan kekeluargaan dan bukan karena harta benda,wajah-wajah mereka memancarkan cahaya dan mereka berdiri di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Tiada mereka merasa takut seperti manusia merasakannya dan tiada mereka berduka cita apabila para manusia berduka cita“. (HR. Nasa’I dan Ibbnu Hibban dalam kitab Shahihnya)
    
Jadi sudah sangat jelas dalil dari berkumpul dalam suatu majelis dzikir. Masihkah kita ragu dan  membid’ahkan seseorang yang berkumpul dan berdzikir dalam suatu majelis. Semoga kita selalu dalam maghfirah, inayah dan hidayahnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Aamiin. (Nanang/Minardi)    
  

Tag : Syuriah, Tausyiah
0 Komentar untuk "OASE: KEISTIMEWAAN BERDZIKIR DALAM SUATU MAJELIS"

Back To Top