::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Ki Ageng Gribig "Ikut" Perang 10 November di Surabaya


Makam Ki Ageng Gribig

NU Klaten - Pada saat Ansor Bersholawat dan Halal bihalal Keluarga Besar NU, di di Joglo Kembar, Tegalyoso, Klaten Selatan, Minggu siang, 16 Juli 2017. KH. Amin Hamid Kajoran Magelang menyampaikan Kisah Tentang Ki Ageng Gribig dan Perang 10 November di Surabaya.

Mbah Amin Hamid mendapatkan cerita ini dari Ibu Sri, istrinya Pak Sholeh. Kala itu Pak Sholeh dan Ibu Sri adalah santri Mangkuyudan, karena Pak Sholeh memiliki jasa di Mangkuyudan, maka Pak Sholeh dinikahkan dengan seorang santriwatinya, yaitu Ibu Sri.

Diceritakan, pada saat itu Bapak Haji Sholeh bersama sekitar 60 orang pasukannya dan Bapak Syaifuddin Zuhri bersama sekitar 40 orang pasukannya. Jadi beliau berdua memimpin sekitar 100 orang pasukan. 

Beliau berdua bersama pasukannya menuju Surabaya. Tujuannya untuk ikut dalam Perang 10 November. Pada saat beliau dan pasukannya istirahat, tiba-tiba ada seseorang menunggang kuda dengan pakaian serba putih mengajak dan menawarkan diri untuk menemani bersama-sama menuju Surabaya.

Dikisahkan oleh Pak Nawawi, seorang anak buah Pak Syaifuddin Zuhri. Jika mau ada peluru yang akan mengenai Pak Sholeh dan Pak Syaifuddin Zuhri beserta pasukannya, maka keris akan dengan segera menghalau peluru tersebut

Sampai pada tanggal 15 November, mereka semua mengakhiri perangnya. Dan tidak lupa menghaturkan terima kasih.

"Mas kapan gitu mbok saya dijenguk" kata seseorang serba putih tadi

"Lha Panjenengan namanya siapa?" tanya Pak Sholeh

"Saya Gribig, rumah saya Jatinom" jawab seseorang tadi

Kemudian beberapa tahun kemudian, Pak Sholeh dan Pak Syaifuddin Zuhri hendak mengunjungi Mbah Gribig tadi. Sesampainya di Jatinom, beliau berdua ditertawai oleh Pak Lurah desa setempat

"Sampeyan bisa saja, lha wong Mbah Gribig sudah meninggal dunia (jauh sebelum Perang 10 November)" kata Pak Lurah Desa

Tetapi kenyataannya, beliau Mbah Gribig ikut serta dalam Perang 10 November. Dan keberadaan Mbah Gribig bisa dilihat oleh semua pasukan. Kisah ini masih menjadi berbincangan hangat di di Magelang. (Minardi)
Tag : Opini
0 Komentar untuk "Ki Ageng Gribig "Ikut" Perang 10 November di Surabaya"

Back To Top