::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Oase: Janganlah Memandang Masa Lalunya


Oleh: Rois Syuriah PCNU Klaten, KH. Drs. Muchlis Hudaf

Setiap orang pasti punya masa lalu, baik masa lalu yang terang benderang maupun masa lalu yang suram, masa lalu yang membanggakan maupun yang kelam. 

Tentu bagi setiap orang yang masa lalunya tidak baik, pasti tidak suka jika diungkit, dibicarakan apalagi disebarluaskan, sebab setiap orang dalam hati kecilnya pasti menangis sedih jika mengingat masa lalu yang kelam, karena hati nuraninya berkata cepat atau lambat akan datang petaka dan musibah jika aku tidak segera bertaubat, akan tetapi walaupun hati nurani itu selalu berbisik dan berbisik jika hidayah Allah belum datang tetap saja kesadaran itu hanya berhenti pada bisikan dan kata hati.

Itulah sebabnya jika saudara kita sedang berada di persimpangan jalan, jangan digunjing, diolok-olok apalagi disebarluaskan aibnya itu, akan tetapi kita kasihani dia dan kita sayangi dia dengan kasih dan sayang yang 
haqiqi seperti halnya kita kasihan jika dia terjerumus dalam jurang apalagi terlempar ke dalam neraka jahannam, bentuk kasih dan sayang itu bisa dengan menasihati, mendoakan dan menyentuh hatinya dan itu adalah tugas sebagai  sesama, bersikap seperti itu tentu tidak mudah kecuali jika kita berhati bersih, positif thinking dan tidak selalu memandang masa lalunya.

Rasulullah SAW bersabda : 

"Dosa itu akan membawa sial tidak hanya bagi pelakunya akan tetapi juga bagi orang lain, yaitu jika orang lain itu mengolok-olok maka dia akan diuji dengan hal yang sama dan jika menggunjingnya akan berdosa jika diam (masa bodoh) berarti sama halnya dengan menyetujuinya." (Al-hadits).

Lalu apa yang seharusnya dilakukan ?.
Tidak lain adalah menasehatinya (menginginkan kebaikan dan keselamatannya secara tulus).

Allah SWT tidak sayang kepada orang yang tidak mempunya kasih sayang kepada sesama.

Tag : Syuriah, Tausyiah
0 Komentar untuk "Oase: Janganlah Memandang Masa Lalunya"

Back To Top