::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Oase: Jaga Kemuliaan dengan Menjaga Lisan dan Perilaku


Oleh: Rois Syuriah PCNU Klaten, KH. Drs. Muchlis Hudaf
Ada seorang bernama Isa bin Musa yang sangat mencintai istrinya pada suatu hari berkata kepada istrinya:  "Kamu akan ku cerai jika tidak lebih cantik daripada bulan purnama ". 

Mendengar kata-kata suaminya ini, ia bangkit dan menjauhinya seraya berkata : " Suamiku dengan kata-katamu itu berarti engkau telah mentalakku".     


Malam harinya Isa bin Musa tidur sendirian dan menyesali diri atas apa yang telah diperbuatnya, pada esok harinya menceritakan kepada Khalifah Al Manshur apa yang telah terjadi : "Wahai Amirul Mu'minin jika perceraian benar-benar terjadi, maka betapa hancurnya jiwaku, kiranya mati lebih baik bagiku daripada hidup"

Al Manshur sangat terkejut mendengar apa yang telah terjadi, sehingga  para ahli hukum dipanggil ke istana untuk  dimintai fatwa, dalam majelis fatwa semua Ulama yang hadir  berpendapat bahwa Isa bin Musa telah secara sah menceraikan istrinya dengan kata-katanya itu, kecuali satu orang sahabat Imam Abu Hanifah, yang sejak semula diam tidak berpendapat.  
Al Manshur bertanya : "Mengapa engkau tidak berbicara?"

Imam Abu Hanifah pun membaca surat At-Tin: "Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Pengasih, Demi buah Tin dan buah Zaitun, Demi bukit Sinai dan demi Kota Makkah yang aman ini. Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling baik"
  
"Jadi tidak ada sesuatupun yang lebih cantik daripada bentuk manusia." lanjutnya. 

Mendengar jawaban ini Al Manshur kepada Isa bin Musa: "Allah telah memberi jalan keluar untukmu, inilah jawaban bagi masalahmu sebagaimana yang telah dikatakan oleh syekh Imam Abu Hanifah ini, sekarang pergilah untuk menemui istrimu.".

Al Manshur kemudian menulis surat untuk istri Isa bin Musa yang menjelaskan bahwa suaminya belum menceraikannya.

Subhanallah betapa mulianya manusia, untuk itu mari kita jaga kehormatan kita sebagai manusia, kita pelihara status kemuliaan kita dengan senantiasa berhati-hati dalam menjaga lisan dan perbuatan, patuh, tunduk dan taqwa kepada Yang Maha Mulia dan Maha Sempurna, jangan kita hinakan diri kita dengan segala perbuatan hina dan nista.  

Tag : Syuriah, Tausyiah
0 Komentar untuk "Oase: Jaga Kemuliaan dengan Menjaga Lisan dan Perilaku"

Back To Top