::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Mengenal Suluk Karya Sunan Bonang


Walisongo berdakwah ke Tanah Nusantara telah membentuk peradaban yang luar biasa. Beliau-beliau berdakwah bukan sekedar menyampaikan Risalah Suci secara langsung namun dengan metode-metode yang berbukti efektif. Para Walisongo mengetahui apa yang sedang dirasakan, dibutuhkan dan diinginkan oleh masyarakat dan dengan jalan itu pula diantaranya cara penyebaran Islam. Maka tidak heran, Para Walisongo selain ahli dalam bidang agama juga ahli dalam bidang kemasyarakatan. Seperti Sunan Gresik yang ahli dalam pengobatan, Sunan Kudus yang ahli dalam bidang militer, Sunan Kalijaga yang ahli dalam bidang kebudayaan dan pertanian dan begitu pula Walisongo lainnya. Bahkan seorang Wali bisa memiliki keahlian banyak bidang, sehingga semakin luwes dalam bertemu dengan masyarakat.

Salah satu Walisongo yang terkenal dalam bidang kebudayaan adalah Sunan Bonang. Sunan Bonang nama aslinya Syekh Maulana Makdum Ibrahim, putra dari Sunan Ampel dengan Nyi Ageng Manila. Nama Bonang sendiri disematkan kepada beliau karena beliau gemar berdakwah dengan media gamelan Bonang. Dalam buku Atlas Wali Songo karya Agus Sunyoto, dalam dakwahnya Sunan Bonang melakukan pendekatan melalui seni dan budaya, sebagaimana dilakukan Sunan Kalijaga, yang notabene memang muridnya. Diantaranya dengan menggunakan Suluk, selain gubahan Tembang Tombo Ati yang terkenal itu.

Suluk memilki arti yang sama dengan thoriq, yaitu jalan. Namun penggunaan istilah ini semakin lama mengalami perubahan arti. Sehingga pada akhirnya orang tarekat menggunakan istilah suluk ini untuk memaksudkan suatu pelajaran rutin atau latihan pada kurun waktu tertentu. Orang yang berlatih baik dalam doa, dzikir, berpuasa maupun mengurangi tidur hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah meminta ampunan atas kesalahannya dinamakan salik (Albanar, 1990). Suluk diartikan oleh sebagian ulama sebagai jalan atau metode untuk melaksanakan segala bentuk ibadah dalam upaya mendekatkan diri kepada Tuhannya dan merupakan suatu tradisi dalam kehidupan tarekat. Djalaludin (Meliani, 2013) menjelaskan bahwa suluk adalah perjalanan yang ditentukan bagi orang yang berjalan (salik) kepada Allah, dengan melalui beberapa batas-batas dan tempat-tempat (maqam) dan naik beberapa maqam/martabat yang tinggi yaitu perjalanan rohani dan nafsani. Suluk berarti memperbaiki akhlak, mensucikan amal, dan menjernihkan pengetahuan. Suluk merupakan aktivitas rutin dan memakmurkan lahir batin. Segenap kesibukan hamba hanya ditujukan kepada Sang Rabb. Bahkan ia selalu sampai kepada-Nya (Wusul).

Ada dua suluk penting karya dari Sunan Bonang, yaitu Suluk Wujil dan Suluk Wragul. Kitab Suluk Wujil berisikan ajaran Sunan Bonang kepada seorang bajang, bekas budak raja Majapahit bernama si Wujil. Ajarannya tentang mistik. Dalam suluk wujil memuat tembang yang bermacam- macam sejumlah 104 pupuh. Suluk ini berisi ajaran Sunan Bonang kepada si Wujil, seorang bajang yang diceritakan sebagai bekas budak dari raja Majapahit, raja yang ke berapa dan yang mana tidak dijelaskan.Namun yang jelas ajaran-ajaran tersebut berkenaan dengan ilmu kesempurnaan atau mistik.Adapun mistik yang hendak diajarkan oleh beliau melalui suluk Wujil ini tidak jauh berbeda dari ajaran-ajaran yang telah dipaparkan dalam Dewaruci, Nirarthaprakerta, dan Sukarsa. (Budiono Hadi Sutrisno, 2007: 48). Sedangkan Suluk Wragul bercerita dengan menggunakan tokoh hewan berang-berang. Inti yang disampaikan agar setiap manusia mampun menempatkan diri: siapa; apa; dan harus bagaimana. Sehingga mampu menghormati dan menghargai orang lain, dan tidak melupakan kewajiban kita untuk senantiasa beribadah kepada Allah. Bahkan beribadah bukan sekedar kewajiban melainkan sudah mencapai kepada kebutuhan. 

Oleh: Minardi, Ketua LTN PCNU Klaten, Mahasiswa Pascasarjana Ketahanan Nasional UGM, Koordinator Divisi Scouting AIS Nusanatara

Tag : Opini
0 Komentar untuk "Mengenal Suluk Karya Sunan Bonang"

Back To Top