::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Data Pribadi dan Rekam Jejak Digital


NU Klaten - Penggunaan media sosial yang begitu pesat membentuk yang namanya Masyarakat Virtual. Jika kita berada dalam dunia nyata maka terlihat dan diketahui batas-batas privasi individu maupun national security suatu negara. sehingga setiap orang harus menaati peraturan ataupun adat yang berlaku. Namun, di masyarakt virtual membentuk masyarakat tanpa kelas. Maknanya, setiap orang di dunia maya itu sama dan bisa melakukan apa saja, baik memuji maupun menghujat secara langsung. Bahkan jika biasanya di dunia nyata seseorang sowan yang lebih tua atau pimpinan harus menggunakan seperangkat adat-budaya maka di dunia maya seseorang bisa berkomunikasi langsung tanpa menggunakan adat-budaya yang rumit.

Kembali ke awal, human security maupun national security akan menjadi bahasan menarik nampaknya. Setiap hendak mendaftar ke suatu layanan media sosial, setiap calon pengguna wajib menyantumkan identitas yang hampir detail. Karena penyantuman identitas ini untuk meminimalisir penggunaan media sosial untuk kejahatan, baik penipuan sampai propaganda terorisme. 

Aktivitas pengguna media yang bebas dan suka-suka itu akan tetap terekam dan akan meninggalkan jejak digital. Walaupun akun media sosial maupun postingan di media sudah dihapus tetapi itu tetap akan bisa dibuka dan sifatnya "abadi" di "Brangkas Besar" penyedia layanan. Misalnya: kita pernah membuat akun abal-abal dan menghujat seseorang lalu akun itu kita hapus, iya memang terhapus tetapi rekam jejak digitalnya masih dimiliki oleh si penyedia layanan. Atau, kita pernah foto tidak senonoh lalu foto tersebut dihapus, iya memang terhapus tetapi jejak digitalnya masih ada dan sewaktu-waktu masih bisa "dihidupkan" kembali. 

Kita harus lebih hati-hati dan bijaksana dalam menggunakan media sosial. Karena, penyadapan bisa dengan mudah dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Penyadapan bisa dilakukan karena menganggap yang disadap itu lawan politiknya, saingan bisnis, masalah cinta monyet, musuhan anak muda yang tidak jelas alasannya ataupun sampai Pertahanan Negara. Dewasa ini, penyadapan bisa dilakukan dengan mudah dan murah.

Minardi, Ketua LTN PCNU Klaten, Mahasiswa Pascasarjana Ketahanan Nasional UGM dan Koordinator Divisi Scouting AIS Nusantara
Tag : Opini
0 Komentar untuk "Data Pribadi dan Rekam Jejak Digital"

Back To Top