::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Oase: Ketika Semua Berawal Dari Prasangka


Oleh: KH. Drs. Muchlis Hudaf, Rois Syuriah PCNU Klaten

Setiap orang pasti menginginkan hidup tentram damai dan bahagia, walaupun tidak selamanya terwujud, adakalanya disebabkan dari teman yang salah faham, keluarga yang kurang harmonis, atasan yang semena-mena, konflik dalam organisasi yang tidak kondusif dan persoalan-persoalan yang bermunculan dalam kehidupan yang tidak kita inginkan . 

Persoalan di atas bermula dari prasangka, mulai dari ketika berpapasan dengan teman di jalan dia berpaling, ketika berjabat tangan dengan sahabat karib dia tampak dingin tidak seperti biasanya, ketika kita bertanya hal yang  dianggap penting dia justru mengalihkan pembicaraan, ketika bertamu ke tetangga sebelah dia menghindar seperti tidak berkenan dan sebagainya.

Apabila kita rasakan secara emosional, persoalan tersebut pasti mengganggu, terlebih jika memvonis sepihak pasti merugikan kita sendiri sehingga tidak nyenyak tidur, tidak enak makan dan tidak fokus pada persoalan yang membutuhkan keseriusan dan yang pasti hubungan kita menjadi tidak sebaik sebelum  prasangka itu muncul, padahal prasangka itu belum  tentu benar, sangat luar biasa petunjuk Allah SWT dalam  Al Qur'an, Al Hujurat ayat 12: 

"يا أيها الذين آمنوا اجتنبوا كثيرا من الظن إن بعض الظن إثم"


"Wahai orang-orang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa" 

Terlebih lagi jika kita simak firman Allah SWT, Surat Yunus ayat 36: 

 وما يتبع اكثرهم الا ظنا .ان الظن لا يغني من الحق شياء. ان الله عليم بما يفعلون

"Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali prasangka saja, sesungguhnya prasangka itu sedikitpun tidak berguna mencapai kebenaran, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yg mereka kerjakan"

Maka seharusnya kita selalu berbaik sangka dan itu tergantungn kepada suasana hati kita, apabila hati bersih maka yang muncul serba bersih termasuk prasangka, tapi sebaliknya apabila suasana hati tidak bersih, maka yang keluar serba kotor tidak terkecuali prasangka tersebut, seperti ketika kacamata kita kotor, semua yang kita pandang juga tampak kotor.

Untuk mendidik hati kita berprasangka baik kepada orang lain, patut kita renungkan ungkapan bijak ini: 

" اذا ساءك من اخيك قول او فعل فاحمله علي الف ظن والا فاتهم نفسك بسوء الفهم فذاك ادعي لدفع الشر وجلب المودة   ".  

"Jika engkau terganggu ucapan dan perilaku saudaramu maka alihkanlah kepada 1000x prasangka baik, jika dengan hal itu engkau tetap merasa terganggu maka anggaplah dirimu yang salah dan bermasalah " 

Kita tidak mampu mengubah orang lain berprasangka baik kepada kita, tapi kita mampu mengubah dengan mendidik hati kita berprasangka baik kepada orang lain.

Usaha mendidik hati seperti ini akan menghindarkan kita dari  keburukan (yang lebih jauh) dan Insya Allah hubungan baik akan tetap terpelihara. Aamiin.
Tag : Syuriah, Tausyiah
0 Komentar untuk "Oase: Ketika Semua Berawal Dari Prasangka"

Back To Top