::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Oase: Ilmu Bermanfaat itu Menyelamatkan


Oleh: Rois Syuriah PCNU Klaten, Romo KH. Drs. Muchlis Hudaf

Ketaqwaan adalah indikator utama kemuliaan seseorang. Sedang Harta adalah indikator kemuliaan seseorang dalam pandangan masyarakat, ada dua hal yang juga diakui tersendiri oleh Islam, yaitu: ilmu dan harta. 

Rasulullah SAW  bersabda:

”Perumpamaan umat ini bagaikan empat orang:

Orang pertama: seorang yang dikaruniai Allah harta dan ilmu. Dengan ilmunya ia mengatur harta sehingga bisa mengalokasikannya dengan benar. 

Orang kedua: seorang yang dikaruniai Allah ilmu, namun tidak dikaruniai harta. Dia berkata, ”Andaikan aku memiliki harta seperti fulan (orang pertama), akan kugunakan seperti apa yang dilakukannya”. 

Rasulullah SAW: ”Pahala keduanya sama”. 

Orang ketiga: seorang yang dikaruniai Allah harta namun tidak dikaruniai ilmu. Dia menghamburkan hartanya tanpa aturan. 

Orang keempat: seorang yang tidak dikaruniai Allah harta maupun ilmu. Ia berujar, ”Andaikan aku memiliki harta seperti fulan (orang ketiga), akan kugunakan seperti apa yang dilakukannya”.

Rasulullah SAW: ”Dosa keduanya sama”. (HR. Ahmad)

Pandangan tentang ilmu dan harta sebagai indikator kemuliaan beragam, terkadang kemudian memberi jarak yang jauh antara keduanya, seolah kedua hal tersebut teramat sulit untuk digabungkan. 

Bahkan terkadang bahwa semua yang berharta cenderung untuk meninggalkan “ilmu” dalam arti kesalehan dan ketakwaan. Kita sering mendengar pernyataan aneh: “lebih baik miskin taat daripada kaya maksiat”. 

Hadits di atas menjelaskan tentang urgensi Ilmu, pemahaman ilmu yang benar akan menjadikan hidup kita tidak kesasar dan juga tentang kemuliaan ilmu dan harta jika berpadu dalam diri seorang muslim. 

Orang berharta akan terbimbing oleh ilmunya sedang orang fakir tapi berilmu tetap akan terpelihara harga dirinya (karena ilmunya). Sebaliknya orang yang tidak berilmu baik dalam keadaan kaya maupun miskin akan celaka, kekayaan orang yang tidak berilmu akan menjerumuskan, demikian pula orang miskin yang  tidak berilmu akan menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhannya.

Maka apa yang disampaikan oleh Dzun-nun Al-Mishry ini harus menjadi Instropeksi diri kita:

 قال ذو النون المصري : "كان الرجل من اهل العلم يزدداد بعلمه بغضا 
  للدّنيا وتركاً لها، فاليوم يزداد الرّجل بعلمه للدّنيا حبّاً وطلباً، وكان الرّجل ينفق ماله على العلم، واليوم يَكتسب الرّجل بعلمه مالاً، وكان يُرى على طالب العلم زيادةُ صلاح في باطنه وظاهره، فاليوم يُرى على كثير من أهل العلم فسادُ الباطن والظّاهر".

"Dahulu dengan ilmu yang dimiliki, orang berilmu semakin tidak menyukai dan manjauhi dunia, 
Sekarang dengan ilmu yang mereka miliki semakin berambisi dan mencintai dunia." 

Dahulu orang menghabiskan hartanya demi ilmu,
Sekarang ilmu yang mereka miliki untuk mencari harta. 

Dahulu para pencari ilmu terpancar keshalehan batin dan lahirnya,
Sekarang semakin banyak orang berilmu tampak rusak batin dan lahirnya". 

Mari kita belajar, belajar dan belajar ilmu yang  menunjukan kebenaran haqiqi, ilmu yang  memperlihatkan arti kehidupan sejati serta ilmu yang  mengilhami tentang hakikat hidup dan kehidupan.
Tag : Syuriah, Tausyiah
0 Komentar untuk "Oase: Ilmu Bermanfaat itu Menyelamatkan"

Back To Top