::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Memahami Perbedaan Pendapat Maulid Nabi Muhammad SAW


NU Klaten - Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW adalah acara rutin yang dilaksanakan oleh mayoritas kaum muslimin untuk mengingat, mengahayati dan memuliakan kelahiran Rasulullah. Namun di dalam masyarakat saat ini ada perbedaan pendapat tentang peringatan ini. Setidaknya ada dua kelompok yang berbeda pendapat dan bahkan tidak jarang saling berhadap-hadapan. Kelompok itu:

  1. Mengerjakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini ada yang sederhana sampai meriah. Seperti di berbagai daerah dilakukan kenduri, sekatenan dan berbagai kegiatan untuk suka-cita atas kelahiran beliau SAW.
  2. Kelompok yang tidak setuju. Menganggap Maulid Nabi SAW itu sebuah penyimpangan sampai kadang menyesatkan.

Kondisi ini menarik untuk diperhatikan. Bisa dilihat karena adanya kesalah-pahaman, atau tidak mengetahui secara utuh tentang ajaran islam secara implementatif. Tentang mengapa masyarakat melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Bagi mereka yang melakukan Maulid Nabi SAW memiliki dasar: 
  1. Surat Yunus 58: bergembira atas mendapat Rahmat dari Allah. Artinya: Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".
  2. Surat Al Anbiya’ 107: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam". Bahwa Rasulullah SAW itu merupakan rahmat bagi seluruh alam. Ada rahmat tapi hanya dunia saja, namun Rasulullah SAW rahmat dunia dan akhirat. 
  3. Nabi SAW berpuasa pada hari Senin atas suka cita. Dan, bisa dimaknai bahwa ibadah bukan hanya puasa, namun bisa dalam bentuk-bentuk lain. Abu Lahab itu mendapat keringanan siksa kubur di hari Senin karena dia memerdekaan budak sebagai suka cita karena budak itu mengabarkan bahwa Rasulullah SAW telah lahir.
  4. Perintah Bersholawat itu adalah Perintah Allah, berada di dalam Al Qur’an Surat Al Ahzab 56.
Oleh: KH. Mukhlis Hudaf, Rais Syuriah PCNU Klaten, Pengasuh PP Mambaul Hikam Ceper Klaten


0 Komentar untuk "Memahami Perbedaan Pendapat Maulid Nabi Muhammad SAW"

Back To Top