::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

5 Wasiat Kyai As'ad dan Cintanya dengan NU




"Biar alim, biar kaya tapi tidak ikut salah satu tersebut, saya ingin tahu kesempurnaan hidupnya, sebaliknya biar bodoh, biar miskin, tapi ikut mengurusi aau cawe-cawe paling tidak salah satunya dengan ikhlas, rasakan sendiri kesempurnaan hidupnya".

NU Klaten - Akhir-akhir ini marak sekali orang yang mengaku NU namun 'berani' menghujat para pengurus NU, khususnya Kyai Ma'ruf Amin dan Kang Said Agil Siradj. Di antara itu pula, ada orang-orang yang secara aqidah berbeda dengan NU namun mengaku NU. Sehingga membuat warga NU ikutinya, membuat tanpa sadar telah berbeda jalan dari NU.

NU merupakan sebuah jam'iyah yang didirikan oleh Simbah Hadlratusy Syaikh KH Hasyim Asy'ari atas restu Mbah Kholil Bangkali. NU masih tetap lestari sejak dahulu, meneruskan ajaran Ahlusunnah wal Jama'ah dan membela NKRI. Mengutik-utik NU, sama hal nya dengan merubuhkan bangunan yang telah dirintis beliau-beliau.

Oleh karena itu, Kyai As'ad Syamsul Arifin menjadi berwasiat mewanti-wanti kepada para santrinya agar tidak meninggalkan NU. KHR. As’ad Syamsul Arifin merupakan ulama kharismatik pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur. Beliau lahir di Makkah Al Mukarromah pada tahun 1897 dan pada usia 11 tahun dibawa oleh ayahandanya ke Kembang Kuning Pamekasan Madura. Selanjutnya hijrah ke Asembagus Situbondo dan mendirikan pondok pesantren di wilayah tersebut.

Kyai yang juga Pahlawan Nasional Indonesia ini juga termasuk salah seorang santri kesayangan dari Syaikhona Cholil Bangkalan Madura, bahkan menjadi mediator tunggal antara Syaichona Cholil dengan Hadlratusy Syaikh KH Hasyim Asy'ari saat pendirian Jam'iyyah Nahdlatul Ulama. 

Beliau memiliki wasiat untuk para santrinya yang terdiri 5 macam wasiat, sebagaimana yang dikutip dari www.muslimedianews.com, antara lain:

  1. Santri Sukorejo yang keluar dari NU, jangan berharap berkumpul dengan saya di akhirat.
  2. Santri saya yang pendiriannya tidak dengan saya, saya tidak bertanggung jawab di hadirat Allah SWT
  3. Santri saya yang pulang atau berhenti harus ikut mengurusi dan memikirkan paling tidak salah satu dari tiga hal: a). Pendidikan Islam; b). Dakwah melalui NU; c). Ekonomi Masyarakat
  4. Istiqamah baca Ratibul Haddad
  5. Santri saya sebenarnya umum, anak siapa saja, dalam keadaan bagaimana saja, pasti selamat dan jaya asal jujur, giat dan ikhlas. (Minardi LTN NU Klaten)

Tag : Opini
0 Komentar untuk "5 Wasiat Kyai As'ad dan Cintanya dengan NU"

Back To Top