::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Warga NU Se-Solo Istighotsah Kubra dan Munajat Tolak FDS


NU Klaten - Sejauh mata memandang, walaupun sudah ditempat ketinggian, baik ke depan maupun ke belakang hanya lautan jama'ah NU yang berjalan khusyuk dherek Para Ulama. Kekhidmatan acara yang penuh pengharapan ini dalam rangka Istighostah Kubro dan Munajat Agung dalam Rangka Tolak Full Day School.

25.000 lebih Warga Nahdlatul Ulama (NU) se-Solo Raya ikut turun dalam aksi menolak kebijakan lima hari sekolah yang diterapkan oleh pemerintah melalui Permendikbud nomor 23/2017, Kamis tanggal 24 Agustus kemarin. Mereka semua berjalan kaki dari ramai dari Sriwedari sampai Masjid Agung Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat melewati Jalan Slamet Riyadi.

Suasana di Masjid


Dalam orasi yang disampaikan Ketua Pelaksana Aksi KH Muhammad Mahbub menilai kebijakan Permendikbud nomor 23/2017 ini tanpa didasarkan kebutuhan dan tidak didasarkan proses dari bawah, yakni kebutuhan pendidikan di masyarakat. Mahbub mengaku telah menerima beberapa laporan mengenai Madrasah Diniyah yang terimbas kebijakan ini. Terjadi penurunan jumlah murid cukup signifikan.

Warga NU, lanjut dia, menyangsikan kebijakan lima hari sekolah dibarengi dengan upaya maksimal penguatan karakter generasi muda. "Nyatanya ketika di sekolah bukan menekankan pembentukan karakter tapi penguatan intelektual saja," tutur dia.

Truck Panggung Berjalan


Klaten sendiri ada sekitar 5.000 jama'ah, ini jauh melebihi target. Berangkat dari Kantor PCNU Klaten dengan truck panggung berjalan, bus, mobil pribadi, dan puluhan sepeda motor. Ini belum termasuk Muslimat, Fatayat, Ansor-Banser, IPNU-IPPNU, Lembaga dan MWC-MWC Se-Klaten yang berangkat dari lokasi masing-masing. Bahkan untuk Se-Solo Raya ini jauh melebihi target, target awal hanya 18.000 jama'ah namun kenyataannya ada lebih dari 26.000 tumplek blek di Kota yang merupakan tempat kedudukan Kerajaan Islam Tertua ini.

Romo KH. Drs. Mukhlis Hudaf, Rais Syuriah PCNU Klaten
Saat Memberikan Doa


KH. Drs. Mukhlis Hudaf, selaku Rais Syuriah PCNU Klaten dilangsir dari metrotvnews.com menjelaskan, aksi ini melibatkan massa dari pengurus cabang, anak cabang hingga ranting.

"NU sebelumnya tidak pernah sampai turun ke jalan. Kalau sudah turun, ini artinya pemerintah sudah keterlaluan," ungkap Mukhlis saat ditemui di Sriwedari, Solo, Kamis, 23 Agustus 2017.

Karena selama ini, dari Madin dan Ponpes inilah tertumbuhkan Cinta Tanah Air di dalam dada Para Santri NU. Hal ini sejalan dengan tema yang diangkat "Menjaga Keutuhan NKRI dengan Mempertahankan Madin dan Pondok Pesantren". (Miy/Min)

Tag : PCNU
0 Komentar untuk "Warga NU Se-Solo Istighotsah Kubra dan Munajat Tolak FDS"

Back To Top