::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

SIAP HADAPI TERORIS, PAGAR NUSA KLATEN TAK PERLUKAN GEMBLENGAN KEKEBALAN



Ratusan pesilat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa ikuti program gemblengan di lingkungan makam Sunan Pandan Aran, Bayat, Minggu (30/7). Kegiatan yang juga diikuti oleh peserta dari Kab. Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri dan Kota Surakarta ini diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kab. Klaten untuk membekali anggotanya menghadapi perkembangan terorisme dan radikalisme di masyarakat.

Aam El Haq, salah satu pengarah kegiatan menuturkan, selama ini Pagar Nusa menjadi wadah pelestari pencak silat dan ilmu-ilmu hikmah yang kental dengan ilmu kanuragannya. Pada perkembangannya, Pagar Nusa menjadi pencetak atlet-atlet pencak silat yg berprestasi. Tapi pada situasi tertentu, disaat penistaan ulama banyak terjadi, terorisme dan gerakan radikal banyak meresahkan masyarakat, Pagar Nusa terpanggil untuk menentukan sikap sesuai perkembangan jaman.

“Sekarang ini bukan jamannya lagi pendekar silat hanya bangga digembleng ilmu kekebalan dan ilmu kesaktian. Jaman sudah berubah. Musuh kita adalah terorisme dan radikalisme. Kebal senjata tajam saja tidak cukup. Mereka memiliki teknik agitasi dan propaganda. Mereka menguasai media sosial. Mereka bisa mencetak banyak sel yang menyusup di berbagai ormas. Sistem pergerakan mereka seperti PKI. Bahkan lebih berbahaya lagi”. Terang Aam. 

Lanjutnya, PKI pergerakannya jelas. Mereka vis a vis dengan ormas Islam. Tapi kelompok teroris dan radikal, menyusup ke berbagai ormas Islam. Hal ini justru berpotensi besar mencipta benturan antar ormas Islam sendiri.



Dan Pagar Nusa, yang memiliki latar belakang anggota beragam sangat potensial untuk berperan aktif membantu pemerintah menanggulangi persebaran terorisme dan radikalisme di masyarakat.

“Anggota kita itu kan beragam. Ada pelajar, santri ponpes, mahasiswa, buruh, tani dll. Mereka rata-rata kisaran usia 20 sampai 40 tahun.” Kata Ibnu Fajar, salah satu pengurus Pagar Nusa Klaten. 

Menurut Ibnu, pembubaran HTI bukanlah akhir riwayat radikalisme dan terorisme di Indonesia. HTI sudah melahirkan banyak teroris seperti Bahrun Naim. Pembubaran organisasinya tidak lantas menghilangkan sel-sel organisasinya yang sudah menyebar di banyak ormas. Justru dengan hilangnya organisasi legal nya, pergerakan bawah tanahnya yang perlu diwaspadai masyarakat. Karena mereka bisa memakai baju organisasi apapun.

“Paska pembubaran HTI dengan Peppu no 2 tahun 2017, persoalan radikalisme dan potensi terorisme belum selesai. Kemampuan mereka membentuk sel-sel organisasi mesti terus dipantau. Edukasi di masyarakat perlu dilakukan.” Tutur Sahid Al Fidany, Sekjen Pagar Nusa Klaten.

Menurut Sahid, sudah saatnya Pagar Nusa me revitalisasi program kerjanya. Selain mencetak atlet-atlet pencak silat yang berprestasi, dengan penanaman nilai-nilai Islam ala Ahlussunnah Waljamaah serta wawasan kebangsaan yang kuat, minimal mengurangi daftar pemuda yang direkrut menjadi teroris. (Sah/Min)



“Anggota kita kan banyak. Latar belakangnya beragam. Ada yang ketua OSIS di sekolah, ada pengurus organisasi kampus, ketua Karang Taruna, Takmir Masjid dan Guru-guru TPA. Selain penyaluran hobi olahraga pencak silat, minimal dengan nilai-nilai yang didapat di Pagar Nusa mereka bisa meng edukasi lingkungannya masing-masing tentang pentingnya akidah Islam rahmatan lil alamin. Tentang pentingnya nasionalisme dan kerukunan antar golongan dimasyarakat. Sehingga dengan itu, diharapkan persebaran terorisme dan radikalisme bisa dibendung” terang Sahid di sela-sela kegiatan yang bertajuk “Penguatan Kualitas Kader ditengah Arus Radikalisme” ini.
Kegiatan yang dikemas dalam format Ujian Kenaikan Tingkat ini dimulai dengan “Gerilya Hutan” dikawasan Bukit Cinta Gunung Gajah, menuju Gunung Jabalkat di area Makam Sunan Pandan Aran, Bayat.

Tag : Pagar Nusa
0 Komentar untuk "SIAP HADAPI TERORIS, PAGAR NUSA KLATEN TAK PERLUKAN GEMBLENGAN KEKEBALAN"

Back To Top