::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Tausiah Gus Karim di Rutinan MWC NU Kecamatan Delanggu

NU Klaten, Delanggu- Di tengah berbagai persoalan yang tengah menimpa negeri Indonesia. Masyarakat muslim di Kecamatan Delanggu tetap istikomah dalam mengistikomahkan majelis-majelis yang ada. Pagi tadi misalnya, ratusan muslim hadir di Kantor Al Uswah untuk menghadiri pengajian rutin yang digagas oleh MWC NU Delanggu.

Hadir sebagai penceramah, KH Abdul Karim atau karib disapa Gus Karim. Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al Qurany di Solo.

Dengan gaya tuturnya yang khas, Gus Karim menyampaikan beberapa uraian. Salah satunya tentang kenyataan bahwa di dunia ada orang yang hanya mendapat izin tetapi tidak mendapat ridho dari Allah Swt. Orang dalam kelompok ini merupakan orang yang diberikan banyak nikmat tetapi tidak beribadah kepada Allah Swt.
Beliau juga mengajak jamaah untuk mensyukuri tiap nikmat yang diberikan Allah Swt dalam ketaatan.

“Umpamane nikmat puniko wujudipun bondo. Kito tak infak, tak nyumbang, tak zakat.Niki naminipun memanfaatkan kenikmatanipun Allahsesuai perintahipun Gusti Allah (Contohnya nikmat yang berupa harta. Kita manfaatkan untuk infak, sodakoh, zakat. Ini namanya memanfaatkan kenikmatanipun Allah sesuai perintah Allah-red)” demikian dicontohkan sosok yang sering memberikan tausiah di Majelisnya Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf ini.

Kepada hadirin, Gus Karim juga mengajak untuk melaksanakan sebanyak mungkin ibadah-ibadah sunah. Beliau mengibaratkan, kebahagiaan seorang majikan saat mengetahui pembantunya yang mengerjakan sesuatu yang membahagiakannya tanpa diperintah. 

Tak lupa, dalam pengajian yang dimulai pukul 06.00 WIB ini Gus Karim juga mengajak hadirin untuk ikhlas dalam beramal. Beliau mengilustrasikan adanya seorang santri yang dihadiahi kambing oleh seorang kyai karena keikhlasannya memberikan sang kyai ubi. Sebaliknya, santri lain yang mengharapkan sapi dengan memberikan kambing justru mendapat ubi. Cerita tersebut menurut Gus Karim cukup populer di media sosial.

Gus Karim juga mengajak hadirin untuk menghormati orang tua. Beliau bercerita tentang sikap indah sahabat Ali yang rela berjalan lambat hanya karena menghormati orang tua yang jalan di depannya. Dan ternyata, sikap tersebut kemudian menjadi sejarah ucapan "sami'alohuliman hamidah" dalam solat.


Note: mohon maaf kami belum bisa menampilkan link rekaman karena kualitas rekamannya kurang bagus



Tag : MWCNU
0 Komentar untuk "Tausiah Gus Karim di Rutinan MWC NU Kecamatan Delanggu"

Back To Top