::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

KH Ma’ruf Amin: NU memiliki 4 Kerukunan


NU Klaten - Banyak hal bermanfaat yang disampaikan oleh KH Ma’ruf Amin. Pembukaan diawali dengan masalah kerukunan di Indonesia yang mulai terkoyak. Menurut Kyai Ma’ruf Amin, NU memiliki 4 kerukunan yaitu Nahdliyah, Islamiyah, Wathaniyah dan Insaniyah. Kerukunan Nadliyah berkaitan diharapkan warga NU rukun dengan sesama warga NU sendiri. Jangan sampai masalah politik praktis, ekonomi dan pemilihan ketua menjadi penyebab perpecahan. Kerukunan Islamiyah berkaitan adanya kerukunan diantara umat Islam sendiri yang berbeda pemahaman, mahzab, partai politik, organisasi, kelompok dan lain sebagainya. Kerukunan Wathaniyah yaitu rukun kepada pemerintah, kepada sesama anak bangsa lainnya. Kerukunan Insaniyah adalah kerukunan antara warga NU dengan segenap manusia dan makhluk Allah lainnya. Keempat hal ini tidak bisa dipisahkan dan merupakan satu-kesatuan ataupun berat sebelah.

Salah satu upaya dalam Kerukunan Nadliyah dengan mengadakan dialog NU Struktural dan NU Kultural. Selama ini, warga NU yang tidak dalam jajaran pengurus atau NU Struktural merasa bukan NU, walaupun amaliyahnya NU. Sehingga merasa tidak memiliki NU dan acuh tak acuh dengan segala hal tentang NU. Agenda baik ini telah terlaksana dengan baik di PWNU Jawa Timur. Acara ini juga sebagai sarana untuk melakukan pengkaderan di dalam tubuh NU sendiri. Jangan sampai NU kehabisan ulama. Bukankah Allah tidak akan mengambil ilmu-ilmu dari dada-dada dan otak manusia melainkan dengan cara mewafatkan Para Ulama. Dengan mewafatkan Para Ulamalah Allah mengambil ilmu. Maka regenerasi Ulam menjadi sangat penting dalam tubuh NU.

Kyai Ma’ruf Amin juga mengkritisi orang yang tidak taat dengan keputusan organisasi. Manusia hidup selain sebagai makhluk individu (Mas’uliyyah) dan juga sebagai makhluk sosial (Jam’iyyah). Begitu pula di dalam NU, sebagai pribadi dan sebagai bagian dari jam’iyyah NU. Sehingga, produk keputusan organisasi harus terkonsolidasi dengan baik. Prinsip ber-NU dengan memahami organisasi dan kepatuhan. Di dalam menentukan kebijakan, NU tidak bisa oleh seorang pengurus saja, melainkan minimal harus ada tujuh (7) orang, yaitu: Rais Aam, Wakil Rais Aam, Wakil Rais Aam, Khatib Aam, Wakil Khatib Aam, Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal. Misalnya, jika Ketua Umum menyampaikan pendapatnya maka belum kuat bila dikatakan itu adalah pendapatnya PBNU. 

Di penghujung ceramahnya, KH Ma’ruf Amin memberikan pesan agar Hamasah dan Ghirah Nahdliyah harus dihidupkan kembali. Semangat ber-NU jangan sampai padam. Secuil tentang Aksi 212, Demo Super Damai beliau juga menceritakan sedikit. Mengingat di di pemerintahan beliau dipercaya sebagai Ketua MUI Pusat. Dan Aksi kemarin bukan semata-mata urusan politik praktik melainkan dari kajian mendalam sehingga MUI mengerluarkan sebuah fatwa. Dalam persidangan, MUI memberikan kesaksian serupa, NU yang diwakili Wakil Rais Aam juga berkata serupa, Muhammadiyah juga memberikan kesaksian serupa. Namun NU lebih halus dan tidak frontal dalam menyampaikan pendapatnya. NU pun tidak mau melibatkan diri dalam urusan politik praktis. Termasuk yang saat itu ditanyakan oleh hadirin di PCNU Klaten, jika seorang tokoh NU menjadi pengurus yayasan pesantren yang dipimpin oleh seorang tokoh non-Islam yang saat ini hendak mendirikan sebuah partai politik. Kata Kyai Ma’ruf Amin, beliau telah meminta tokoh NU tersebut untuk keluar dari yayasan tersebut.

Begitulah cara pandang Ahlussunah wal Jama’ah An-Nadliyah. An-Nadliyah inilah ciri khas dari NU. Lalu apakah itu? Ahlussunah wal Jama’ah An-Nadliyah itu adalah cara memahami nash, cara mengeluarkan nash sesuai dengan kaidah NU. NU itu moderat, NU itu dinamis dan NU itu manhajiyyah. NU itu tidak ke kanan yang ekstremis, namun juga tidak ke kiri yang liberalis namun tetap di tengah sesuai dengan ajaran Imam Ghozali. (Dew/Min)

Tag : PBNU, PCNU
0 Komentar untuk "KH Ma’ruf Amin: NU memiliki 4 Kerukunan"

Back To Top