::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

NU Hijaukan Klaten


Nahdlatul Ulama berkaitan erat dengan eksistensi dari Indonesia. NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia yang bersendikan Ahlussunnah wal Jama’ah, berdasar 4 madzab dan kuat secara sanad keilmuwan serta nasab tetap teguh membela NKRI, NKRI Harga Mati! NU tidak lepas peranannya dari Para Ulama dan Santri, khususnya dalam Merebut dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Jika di beberapa negara/bangsa yang terkesan terpisah kaitan antara agama dengan kebangsaan maka sangat takjub dengan Indonesia yang Para Ulama dan Santri yang membela tanah airnya, bangsanya.

Saat Negara ini belum kuat, saat angkatan bersenjata negeri ini masih belum sekuat sekarang, di saat negara ini belum memiliki modal yang cukup untuk mengalahkan, minimal menahan Sekutu Pemenanga Perang Dunia II. Maka negara ini benar jika menemui Para Ulama negeri ini untuk meminta pertimbangan dan meminta bantuan total dari Para Ulama dalam “menyambut” musuh Agama dan Negara. Takjub, dengan Resolusi Jihad NU maka Ribuan bahkan Jutaan Kyai, Habaib, Santri, Warga Masyarakat dari Seluruh Jawa Timur, Madura, Jawa Tengah, Jawa Barat dan seluruh Nusantara tumplek blek menuju Surabaya memenuhi Panggilan Jihad Ulamanya, Kyainya, Gurunya, Muftinya, Teladannya, Pemimpinnya Simbah Hasyim Asy’ari. Resolusi Jihad NU kemudian dikukuhkan dalam Musyawarah Alim Ulama di Yogyakarta. Api Jihad yang pasca Perang Jawa atau Perang Diponegara terus tersimpan dan ngumpul serta ngempel kita keluar dari sangkarnya untuk melawan penjajah. Para Kyai yang semuanya merupakan keturunan Para Ulama dan Pasukan Diponegara kita harus keluar, tampil dan membuktikan kepada para pendahulunya bahwa mereka termasuk yang mewarisi semangat melawan penjajah itu. Maka tidak heran, Gemuruh Takbir tak henti-hentinya bagai Badai yang hendak menelan musuh. Takbir yang bersanding dengan Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai tanda dan terasa bahwa Rasulullah SAW hadir di tengah-tengah Jihad mereka. Tak heran, semua Pasukan Gurkha yang masuk Divisi Elite Inggris memilih jalan kebenaran untuk membelot kepada Indonesia, mendukung Indonesia walaupun dihujat Inggris karena dengan Takbir dan Sholawat membuatnya sadar, jika yang dihadapinya sebenarnya Saudaranya Seiman dan Seagama, bahkan Guru-guru meraka yaitu Para Kyai dan Habaib. Api Jihad Resolusi NU ini menjadikan inspirasi dan motivasi daerah-daerah lainnya untuk merapatkan barisan, membela dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat nasionalisme ini yang dirasakan pula di Klaten.

Puncak Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2016 pukul 08.00 WIB. Hari itu hari Sabtu, Ribuan Warga NU dari Seluruh Kabupaten Klaten berkumpul di Alun-alun Klaten untuk mengadakan Apel Akbar dan Kirab Hari Santri Nasional. Dalam hal ini yang menjadi Instruktur Apel adalah Bapak H. Mujiburrahman, S.IP, selaku Ketua Tanfidziyah PCNU Klaten. Dalam amanatnya, Bapak Mujib, panggilan akrabnya menceritakan kronik sejarah dari awal pendaratan Pasukan Sekutu, Resolusi Jihad NU oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari sampai pada Pertempuran 10 November di Surabaya yang diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Acara saat itu dihiasai dengan sejumlah aktraksi dan kegiatan dari Lajnah, Lembaga, dan Badan-badan Otonom. Diawali dengan Atraksi Silat dari Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa Klaten yang sebelumnya melaksanakan Jambore di Gedung RSPD samping Alun-alun Klaten. Kemudian marching band dari SMK Batur Jaya 2 yaitu sekolah dibawah naungan LP Ma’arif Klaten. Disusul Ikrar Santri dan Pelajar Anti-Narkoba dan Anti-Terorisme dari PC IPNU dan PC IPPNU Kabupaten Klaten. Setelah itu dilakukan Kirab Hari Santri Nasional jalan kaki dari Alun-alun Klaten sampai BRI Klaten. Didahului oleh Para Kyai dan Pengurus PCNU Klaten, disusul Lajnah, Lembaga, Banom, MWC NU Se-Kabupaten Klaten dan diakhiri dengan Hadroh-hadroh Se-Kabupaten Klaten. Di samping kanan-kiri Alun-alun juga diadakan Pengobatan Gratis dari PC Lembaga Kesehatan NU Klaten, Konsultasi ZIS dari PC NU Care – LazisNU Klaten. Kemudian diadakan Bazar Buku Aswaja dari PC LTN-NU Klaten serta Narsiz Corner “Areal Bebas Selfie” dari PC LTN-NU Klaten juga. Pada lain tempat juga dilakukan Kemah Hari Santri Nasional dibawah LP Ma'arif NU Klaten di PP Al Muttaqien Pancasila Sakti. Dan disertai dengan Lomba Cerpen Hari Santri Nasional untuk SD/MI sederajat. Sebagian pesertanya juga diikutkan Apel dan Kirab pula di Alun-alun Klaten. (Ricky/Wis)

Tag : Hari Santri
0 Komentar untuk "NU Hijaukan Klaten"

Back To Top