::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Jelang Hari Santri, Makam Gus Dur Diziarahi Puluhan Jenderal TNI

NU Online, Jombang~ Kemarin,  Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang di Jawa Timur  kedatangan tamu (27/9). Bukan tamu biasa, tamu dimaksud adalah Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang hadir bersama 40-an jenderal di tubuh TNI.

Seperti diwartakan ansorjatim.or.id, Panglima TNI sengaja  mengajak para jenderal untuk mengunjungi Pesantren tebuireng guna melaksanakan ziarah di makam KH Abdurrahman Wahid. Sebelumnya, para jenderal diajak menziarahi makam Presiden Soekarno di Blitar.

Panglima TNI dan rombongan tiba di Kompleks Pesantren Tebuireng sekitar pukul 11:30 WIB. Kehadirannya disambut oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) beserta Nyai Farida Salahuddin.

Di hadapan awak media, Jenderal Gatot menerangkan jika kegiatan berupa ziarahdi makam mantan presiden Republik indonesia merupakan hasil diskusi dengan seluruh kepala staf. Dengan menziarahi tokoh-tokoh yang pernah memimpin bangsa ini,  seluruh prajurit di tubuh TNI diharapkan akan mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan dan meneladani sikap para pahlawan.

Diterangkan oleh jenderal Gatot, TNI terbentuk pada 5 Oktober 1945. Setelah TNI terbentuk, bala tentara NICA berusaha menguasai kembali Indonesia dengan membonceng Pasukan Sekutu.

“Saat itulah, beberapa orang menghadap Kiai Hasyim Asy’ari untuk meminta fatwa beliau. Kemudian lahirlah Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, yang mewajibkan seluruh warga dalam radius yang belum boleh menjamak shalat untuk berperang melawan penjajah. Fatwa itu menegaskan, perang untuk mengusir penjajah hukumnya fardlu ‘ain,” sambung  alumnus Akabri 1982 ini.

Ia juga menuturkan jika pada 9 November tentara dan rakyat sebenarnya sudah siap bertempur. Namun, oleh Kiai Hasyim diminta menunda dulu.

“Kiai Hasyim meminta agar semua pasukan menunggu Kiai Abbas dari Cirebon, yang beliau juluki sebagai “Singa dari Jawa Barat”, jelas jenderal dengan berbintang empat ini.

Terkait dengan tradisi ziarah ini, Jenderal Gatot berharap TNI dan kalangan pesantren dapat bergandengan tangan untuk menghadapi tantangan pembangunan. 

“Presiden merupakan panglima tertinggi TNI. Makanya hari ini kita ziarah ke makam Gus Dur. Kita juga ziarah ke makam pahlawan nasional Kiai Wahid Hasyim, dan Hadratus Syaikh Hasyim Asyari. Ini agar TNI tidak melupakan sejarah. Selain itu juga untuk menyerap spirit beliau-beliau, diantaranya semangat perjuangan sebagaimana yang diteladankan kiai-kiai Pesantren,” pungkasnya.
0 Komentar untuk "Jelang Hari Santri, Makam Gus Dur Diziarahi Puluhan Jenderal TNI"

Back To Top