::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Kisah "Luar Biasa" di Balik Hadirnya Syaikh Ahmad At-Tijani di Pekalongan

NU Klaten, Pekalongan~ Ada banyak tamu istimewa dalam gelaran Konferensi Internasional Bela Negara di Pekalongan pada 27-29 Juli kemarin. Salah satunya Syaikh Ahmad At-Tijani berkebangsaan Amerika. Ia merupakan salah satu ulama dengan suaranya yang khas saat melantunkan pujian untuk Rosululloh Muhammad Saw.

Nah, di konferensi yang digagas maulana Habib Lutfi bin Yahya kemarin Syekh Tijani tampil di akhir banyak sesi konferensi  untuk melantunkan pepujian kepada Rasulullah, kecintaan kepada ahlul bait. Ternyata, ada cerita menarik di balik tampilnya beliau di akhir sesi dengan pujian kepada Baginda Nabi Saw. 

Pada Minggu (24/07), panitia menghubungi seluruh masyaikh yang menjadi tamu undangan acara konferensi. Keperluannya untuk mengingatkan tentang jadwal penerbangan masing-masing. Semua syaikh mengkonfirmasi, kecuali satu syaikh. Yakni Syaikh Ahmad At-Tijani, tak bisa dihubungi. Panitia mencoba berbagai cara untuk menghubungi beliau tapi gagal. Mulai dari telepon, SMS, email, whatsapp, hingga akun media sosial beliau. Semua tak ada jawaban.

Sehari kemudian, Senin (25/07), tepatnya pada pukul 17.00 WIB, mendadak Syaikh Ahmad Tijani menghubungi panitia. Tentu saja panitia terkejut, apalagi setelah mendengar berita yang beliau kabarkan. Syaikh Ahmad At-Tijani mengabari panitia bahwa ibu beliau baru saja wafat. Sedangkan jadwal penerbangan beliau di tanggal tersebut sudah terlewat. Panitia pun menyampaikan rasa bela sungkawa dan memaklumi uzur beliau sehingga tak bisa menghadiri konferensi sebagaimana telah dijadwalkan. Panitia segera berkoordinasi dengan tim ticketing untuk membatalkan penerbangan Syaikh Ahmad At-Tijani dan memproses refund tiket. Namun terjadi hal yang tak diduga keesokan harinya.

Selasa (26/07), ketika panitia hendak berangkat dari Jakarta ke Semarang mengantarkan seluruh tamu, tiba-tiba Syaikh Ahmad At-Tijani menelepon panitia. Beliau mengabarkan bahwa beliau sudah sampai di Dubai dan dua jam lagi akan terbang menuju Indonesia. Tentu saja panitia terperanjat. Pertama, karena panitia tak mengira bahwa Syaikh Ahmad At-Tijani akan tetap berangkat meskipun sedang dirundung duka. Kedua, karena tak seorangpun panitia yang tersisa di Jakarta. Panitia pun segera bergegas mengatur penjemputan untuk beliau.

Sesampainya Syaikh Ahmad At-Tijani di Pekalongan, panitia menanyakan perihal tiket keberangkatan beliau untuk diganti. Beliau justru menjawab, “Saya tidak membeli tiket sendiri. Tiket yang Anda kirimkan itulah yang saya pakai.”

Panitia pun heran, “Bagaimana bisa, Syaikh? Bukankah tiket itu sudah kami batalkan?”

“Benar,” jawab Syaikh Ahmad At-Tijani, “Status tiket tersebut sudah dibatalkan. Tapi saya coba untuk membukanya kembali. Tadinya pihak maskapai Emirate di Accra tak mau membantu. Namun akhirnya saya dendangkan qashidah pujian kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam dengan Bahasa Inggris. Akhirnya mereka pun mau membantu.”

Tentu saja panitia takjub dengan kisah ini. Kemudian pihak panitia menawarkan kepada Syaikh Ahmad At-Tijani, “Jika memang demikian, Syaikh, maka kami akan menyiapkan waktu di akhir tiap sesi agar Anda bisa melantunkan qashidah memuji Rasulullah.”

Tak pelak, Syaikh Ahmad At-Tijani pun bertakbir mendengar tawaran panitia. Berkali-kali beliau berterima kasih atas tawaran ini seraya menyahut,

“Tak ada yang lebih indah dalam hidup ini melebihi daripada memuji Nabi Agung Muhammad! Saya telah keliling dunia menghadiri majelis-majelis ilmu dan konferensi-konferensi internasional HANYA untuk melantunkan pujian bagi Nabi Agung Muhammad Shallallahu 'Alayhi Wasallam!”


sumber: http://jatmanevent.id/index.php/id/berita/198-
Tag : Nasional
0 Komentar untuk "Kisah "Luar Biasa" di Balik Hadirnya Syaikh Ahmad At-Tijani di Pekalongan"

Back To Top