::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Hasil Bahtsul Masail LBMNU Klaten Terkait Dana Wakaf dari Timur tengah

ilustrasi
NU Klaten~ Di daerah kami banyak sekali masjid-masjid yang menerima dana dari yayasan wakaf Timur Tengah.Hanya dengan mengajukan proposal melalui seorang penyalur (yang juga seorang pemilik toko material) dalam satu-dua bulan dana itu akan turun tapi oleh pihak penyalur akan dberikan dalam bentuk material.Sementara, dari pihak pewakaf memberi ketentuan dan syarat sebagai berikut:
a)    Bantuan hanya untuk bangunan induk (ruang dalam) tempat wudhu dan toilet.
b)    Masjid lamaharus dibongkar total. Masjid baru (ruangan dalam) harus dibangun sesuai dengan ukuran pihak pewakaf.
c)    Harus digunakan untukjumatan..
d)    Nama masjid harus diganti dengan nama baru (dari pihak pemberi dana). 


Tetapi kenyataannya, beberapa masjid tidak mengindahkan sebagian syarat itu.
Pertama: Ada masjid yang dengan alasan karena selain dari dana yayasan itu, mereka juga mendapat dana dari swadaya masyarakat dan donatur lain. Akhirnya masjidpun dibangun lebih luas dan megah ketimbang desain dari yayasan pemberi dana itu.Dan pernah dalam satu acara peresmian masjid salah satu wakil dari yayasan wakaf itu kecewa melihat masjid yang tidak sesuai dengan desainnya, wakil tu berkata: Wah, kalau saja kami tahu masyarakat sini bisa bangun masjid semegah ini, tentunya kami tidak akan bantu. Lebih baik untuk masjid lain yang tidak mampu.
Kedua: Ada juga yang tidak digunakan untuk jumatan karena dusunnya kecil hanya ber-KK 20-an, sedang masyarakat sudah biasa berjumatan di masjid dusun sebelah yang tidak terlalu jauh. Dan sebenarnya tanahnya adalah wakaf mushalla.  Namun karena ada kesepakatan si penyalur dana dan pihak panitia pembangunan, maka dibangunlah ‘mushalla’ itu dengan dana wakaf masjid.

Pertanyaan Pertama:
1. Apakah semua syarat-syarat itu termasuk syarat wakaf yang harus dilaksanakan?
Jawaban : syarat dari penyandang dana  harus di ikuti jika memang sesuai dengan syara’ yakni diperinci sebagai berikut  :
-   Bantuan hanya untuk bangunan induk (ruang dalam) tempat wudhu dan toilet.
Jawaban : Sepakat wajib diikuti
-    Masjid lama harus dibongkar total.
Jawaban : sepakat harus dilaksanakan jika mengikuti pendapat ulama’ yang memperbolehkan masjid dibongkar dengan alasan lil maslahah
-    Masjid baru (ruangan dalam) harus dibangun sesuai dengan ukuran pihak pewakaf.
Jawaban : Sepakat wajib dikuti
-     Harus digunakan untuk jumatan.
Jawaban : melihat aturan atau ahkamul jum’at
-    Nama masjid harus diganti dengan nama baru (dari pihak pemberi dana).
Jawaban : sepakat wajib diikuti

Pertanyaan kedua
Bagaimana jika kasusnya seperti kasus pertama pihak masyarakat tidak mengindahkan syarat, dan pihak pewakaf kecewa, namun meski kecewa pihak pewakaf tidak menuntut untuk merubahnya. Apakah masyarakat (panitia pembangunan) berdosa dan apakah termasuk masjid yang dibangun dengan uang haram?
Jawaban : Apabila panitia dalam mengajukan proposal sengaja melakukan kebohongan maka    panitia berdosa.
فتح المعين بحاشية إعانة الطالبين الجزء الثالث ص: 156 دار الفكر
ولو قال خذ هذا واشتر لك به كذا تعين ما لم يرد التبسط أي أو تدل قرينة حاله عليه . إهـ
(قوله خذ هذا) أي الدرهم أو الدينار قوله تعين أي الشراء المأمور به وقوله ما لم يرد أي بقوله واشتر كذا وقوله التبسط أي التوسع وعدم تعيين ما أمره بشرائه وقوله أو تدل قرينة حاله الإضافة للبيان وقوله عليه أي على التبسط قال في التحفة لأن القرينة هنا محكمة ومن ثم قالوا لو أعطى فقيرا درهما بنية أن يغسل به ثوبه

Pertanyaan ketiga
Dalam kasus kedua apakah sebaiknya masyarakat berjumatan di mushalla /masjid baru itu sebagai bentuk pengamalan syarat wakif. Sedang jumlah jamaah jumatnya kurang dari 40, atau tetap berjumatan di masjid sebelah?
jawaban : sesuai dengan aturan atau ahkamul jum’at
تحفة المحتاج في شرح المنهاج  - (ج 25 / ص 414)
( إذَا وَقَفَ بِشَرْطِ أَنْ لَا يُؤَجَّرَ ) مُطْلَقًا أَوْ إلَّا كَذَا كَسَنَةٍ أَوْ شَهْرٍ أَوْ أَنْ لَا يُؤَجَّرَ مِنْ نَحْوِ مُتَجَوِّهٍ وَكَذَا شَرَطَ أَنَّ الْمَوْقُوفَ عَلَيْهِ يَسْكُنُ وَتَكُونُ الْعِمَارَةُ عَلَيْهِ كَمَا مِلْتُ إلَيْهِ وَبَسَطْت أَدِلَّتَهُ فِي الْفَتَاوَى ( اُتُّبِعَ ) فِي غَيْرِ حَالَةِ الضَّرُورَةِ ( شَرْطُهُ ) كَسَائِرِ شُرُوطِهِ الَّتِي لَمْ تُخَالِفْ الشَّرْعَ وَذَلِكَ لِمَا فِيهِ مِنْ وُجُوهِ الْمَصْلَحَةِ : أَمَّا مَا خَالَفَ الشَّرْعَ كَشَرْطِ الْعُزُوبَةِ فِي سَكَّانِ الْمَدْرَسَةِ أَيْ مَثَلًا فَلَا يَصِحُّ كَمَا أَفْتَى بِهِ الْبُلْقِينِيُّ وَعَلَّلَهُ بِأَنَّهُ مُخَالِفٌ لِلْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَالْإِجْمَاعِ أَيْ مِنْ الْحَضِّ عَلَى التَّزَوُّجِ وَذَمِّ الْعُزُوبَةِ .

Pertanyaan keempat 
Terlepas dari syarat-syarat diatas, bagaiamana hukum membangun bangunan dengan dana wakaf masjid diatas tanah wakaf mushalla? 
Jawaban : Khilaf, menurut qoul yang rojih hukumnya haram, dan sebafian ulama’ memperbolehkan dengan alasan karena musholla merupakan nau’ ( jenis ) dari Masjid.

Sumber: Bahtsul Masail ke – 42 PCNU Klaten di MWC Tulung Klaten (25 Desember 2015)
Tag : LBMNU
0 Komentar untuk "Hasil Bahtsul Masail LBMNU Klaten Terkait Dana Wakaf dari Timur tengah"

Back To Top