::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Hasil Bahtsul Masail LBMNU Klaten: Hukum Memasang Foto di Facebook dan Tempat Lain

NU KLaten~ Di era globalisasi yang modern ini tidak asing lagi dikalangan pemuda dan pemudi bahkan bapak bapak atau ibu ibu, dengan yang namanya facebook. Tentunya banyak alasan mengapa anak muda jaman sekarang suka dengan akun ini, dari mulai yang bertujuan untuk mencari teman, jodoh, bisnis dll. Bahkan, dalam syiar islampun juga bisa dijalankan lewat akun facebook.

Dan juga sudah menjadi kelaziman bagi mereka para maniak facebook memasang foto pribadi dengan berbagai gaya dan busana, ada yang berpose dengang pakaian jilbal ada juga dari kalangan santri yang berpose dengan pakaian ustadz. Sedangkan untuk kalangan remaja mulai SMP, SMA sampai para mahasiswa lebih suka dengan memasang foto dengan gaya dan busana yang gaul. Bahkan banyak juga yang memasang foto bugilnya hingga bisa dinikmati oleh siapa saja dari para pengguna facebook. Sehingga semua foto baik yang menutup aurat ataupun yang tidak menutupi aurat bisa didownload atau unduh kapan saja dan dimana saja.

Dari dampak pemasangan foto pribadi di facebook ada kisah menakutkan dikalangan masyarakat dunia maya. Kisah ini mengenai seorang hamba Allah, dia merupakan seorang wanita yang aktif berfacebook.Dalam facebooknya mempunyai banyak koleksi foto yang tidak menutup aurat. Selepas dia meninggal dunia, ibunya sentiasa bermimpi dia merayu kepada ibunya supaya menghapus foto-fotonya yang tidak menutup auratnya di Facebook.Malangnya tiada siapa yang mengetahui password Facebooknya. Hingga ada yang berasumsi bahwa kemungkinan besar, rohnya tidak tenang dengan dosa auratnya yang dibiarkan begitu saja menjadi tatapan umum.

Pertanyaan:
a.    Terlepas dari kisah itu nyata atau tidak, sebenarnya bagaimanakah hukum memasang foto pribadi didalam facebook baik yang menutup aurat ataupun yang tidak menutup aurat dengan mempertimbangkan dampak akan terjadi yang belum kita ketahui?

Jawaban ;
a. Untuk foto yang  membuka aurat, maka diharamkan Muthlak.
Dan untuk foto yang menutup aurat, maka ditafshil :
Jika ada keyakinan atau dugaan timbul kemaksiatan, maka  haram. Dan jika sekedar khawatir maka makruh.
فتاوى بيت المسلم ص 411
تعليق الصور في الأماكن العامة السؤل ما حكم الصور التي يتم تعليقها في الأماكن العامة كنوع من الإعلانات، أو الدعاية، أو كنوع من الديكور للأماكن التجارية والمتاجر؟ علما بأن هذه الصور تحمل صور سيدات متبرجات، أوشبه عاريت، وفي بعضها دعوة للفحشاء والرذيلة ؟
الجواب : لايجوز شرعا تعليق الصور التي تشيع الفاحشة وتثير الفتنة سواء أكان ذلك على سبيل الإعلان والدعاية أم غيره، وسواء أكان في أماكن عامة أم خاصة في الصحف والمجلات، أو الإنترنت، أو الشوارع، أو غيرها، قال تعالى (إن الذين يحبون أن تشيع الفحشة في الذين أمنوا لهم عذاب أليم في الدنيا والأخرة والله يعلم وانتم لا تعلمون) (النور:19 )   وفاعل ذلك يثقل ظهره بأوزار كل من يتسبب في إغوائهم، وإعانة الشيطان عليهم، قال النبي  (من دعا الى ضلالة كان عليه من إثم مثل آثام من تبعه لا ينقص ذلك من آثمهم شيئا) ومخالفة اوامر الله تعالى وآوامر رسوله بالعفاف والصينة والتحفيظ معرض للدخل تحت وعيد الله سبحانه (فليحذر الذين يخالفون عن أمره أو تصيبهم فتنة أو يصيبهم عذاب أليم) (النور 63) وفي تعليق هذه المنكرات وإبرازها مبارزة لله تعالى بالمعاصي ومجاهرة بالفواحش، وكفى به إثما مبينا، لأنه يجرئ الناس على التقحم في المنكرات، ويهون عليهم المخالفات، فيكون فاعل ذلك جنديا من جنود إبليس: (ولا تحسبن الله غافلا عما يعمل الظلمون إنما يؤخرهم ليوم تشخص فيه الأبصر)(إبراهيم 42 )، فضلا عن ابتذالهم للمرأة، وجعلها سلعة رخيصة، وصيدا للفواحش والرذيلة مما يخرجها عن مراد الله تعالى كأم صالحة، وزوجة صالحة، وابنة صالحة: (متع قليل ثم مأوهم جهنم وبئس المهاد) (العمران: 197)
Fatwa Baitul Muslim, hal 411

Pertanyaan
 Apa hukum memasang foto di tempat-tempat umum seperti: jenis pengumuman, iklan atau jenis hiasan di tempat-tempat usaha perdagangan? Untuk diketahui bahwa foto-foto tersebut memuat foto wanita yang tidak menutup aurat atau setengah telanjang dan bahkan sebagian bisa mengundang untuk perbuatan keji dan hina.

Jawaban:
Tidak boleh secara syar’i memasang foto yang dapat mengundang kekejian dan fitnah, apakah itu dengan melalui pengumuman, iklan atau yang lain. Dan apakah itu juga di tempat-tempat umum atau khusus seperti halaman majalah, internet, jalan raya, atau yang lainnya. 

Allah berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. (An Nur : 19).
Dan pelakunya akan ditimpakan kepadanya dosa dari setiap orang yang terjerumus dan dosa dari orang yang  akhirnya menjadi teman setan akibat dari hal tersebut.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih (Annur 63). 

Dengan memasang kemungkaran ini dan menampakkannya berarti menentang Allah Ta’ala dengan perbuatan maksiat dan perbuatan yang sangat keji. Maka jelaslah bahwa dia telah berbuat dosa yang nyata karena telah menyebabkan orang tenggelam dalam kemaksiatan dan mendorong orang berbuat kesalahan. Maka pelakunya menjadi antek-antek iblis.  (Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak). (Ibrahim: 42). 

Disebabkan karena melecehkan wanita, dan menjadikannya barang dagangan yang murah dan obyek perbuatan keji dan hina yang telah keluar dari garis kemauan Allah Ta’ala, sperti ibu yang sholehah, istri sholehah, anak sholehah.
(Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya). (Ali Imran: 197)
-    في روائع البيان للشيخ محمد على الصابوني 1/337-338 (ط/دار الكتب الإسلامية) مانصه :
فالصور العارية والمناظر المخزية والأشكال المثيرة للفتنة التي تظهر بها المجلات الخليعة وتملأ معظم صفحاتها بهذه الأنواع من 
المجون مما لا يشك عاقل في حرمته مع أنه ليس تصويرا باليد ولكنه في الضرر والحرمة أشد من التصوير باليد. هـ
Dalam buku Rowa’iul Bayan, Syeikh Muhammad Ali Ashobuni-1, 337-338 (Penerbit: Darul Kutub Islamiyah), dijelaskan:
Foto telanjang, pemandangan yang menjijikkan dan bentuk-bentuk yang menyebabkan fitnah yang terdapat di majalah porno dan memenuhi hampir semua halamannya merupakan hal-hal murahan yang sudah pasti diharamkan meskipun bukan lukisan tangan, namun disebabkan karena bahaya dan keharamannya lebih besar dari dosa lukisan tangan.
-    حاشية قليوبي - (ج 3 / ص 209)
 وشمل النظر ما لو كان من وراء زجاج أو مهلهل النسج أو في ماء صاف , وخرج به رؤية الصورة في الماء أو في المرآة فلا يحرم ولو مع شهوة ويحرم سماع صوتها , ولو نحو القرآن , إن خاف منه فتنة , أو التذ به وإلا فلا والأمرد فيما ذكر كالمرأة . هـ
Hasyiah Qolyubi (Juz 3/ Hal. 209)

Dan melihat wanita meskipun seandainya dari balik kaca atau kain tipis atau air yang jernih diharamkan, kecuali melihat gambar wanita di air atau cermin tidaklah diharamkan meskipun dengan shahwat, dan diharamkan mendengarkan suaranya meskipun dari Alqur’an jika takut terjadi fitnah atau takut terlena, namun jika tidak, maka tidaklah haram. Demikian juga sebaliknya hukum wanita melihat pemuda sama seperti di atas.

-    إحياء علوم الدين - (ج 2 / ص 324)
وتحصيل مظنة المعصية معصية ونعني بالمظنة ما يتعرض الإنسان به لوقوع المعصية غالبا بحيث لا يقدر على الانكفاف عنها فإذا هو على التحقيق حسبة على معصية راهنة لا على معصية منتظرة . هـ
Ihya Ulumiddin (Jilid 2/ hal. 324)

Dan kesimpulannya, hal yang dapat mendorong terjadinya dosa adalah dosa, dan yang kami maksud dengan “madhonnah” yaitu hal yang cenderung dapat menjerumuskan orang berbuat dosa, dimana ia tidak mampu menghidarinya. Maka ini yang dimaksud dengan amar ma’ruf nahi munkar terhadap tejadinya dosa saat ini bukan potensi dosa yang akan datang.
Pertanyaan
Bagaimana juga memasang hukumnya memasang foto orang lain dalam didalam facebook?
Jawaban
Pada dasarnya memasang foto orang lain dalam facebook termasuk kidzib (penipuan), dan jika berdampak merugikan pada orang lain maka hukumnya haram. Dan untuk foto yang diperoleh dengan dugaan kuat hanya untuk dikoleksi, maka memasangnya tidak diperbolehkan.
إحياء علوم الدين - (ج 3 / ص 137)
 أعلم أن الكذب ليس حراما لعينه بل لما فيه من الضرر على المخاطب أو على غيره فإن أقل درجاته أن يعتقد المخبر الشيء على خلاف ما هو عليه فيكون جاهلا وقد يتعلق به ضرر غيره ورب جهل فيه منفعة ومصلحة فالكذب محصل لذلك الجهل فيكون مأذونا فيه وربما كان واجبا
Ihya Ulumiddin (Juz 3/ hal 137)

Ketahuilah bahwa berbohong tidak diharamkan karena kebohongan itu sendiri tetapi karena bahaya yang akan terjadi dari lawan bicara atau orang lain. Dan derajat kebohongan paling ringan ketika orang meyakini sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Ini dinamakan bodoh yang kadang-kadang berkaitan dengan bahaya untuk orang lain. Dan tidak sedikit kebodohan justru mendatangkan manfaat dan maslahah, maka kebohongan akibat karena kebodohan ini dibolehkan dan bisa jadi malah menjadi wajib.

حاشية إعانة الطالبين - (ج 3 / ص 288)
(قوله: وقد يجب الخ) قال في الاحياء، والضابط في ذلك أن كل مقصود محمود يمكن التوصل إليه بالصدق والكذب جميعا، فالكذب فيه حرام أو بالكذب وحده فمباح إن أبيح تحصيل ذلك المقصود و واجب إن وجب  
Hasyiah I’anatuttolibiin (Jilid 3/ Hal 288)

(Dikatakan: Kadang berbohong menjadi wajib ..dst) Dikatakan dalam Ihya: dan  kaidah dalam kasus ini bahwa setiap tujuan yang baik mungkin bisa diperoleh melalui jujur ataupun bohong, maka bohong disini diharamkan. Atau apabila tujuan baik hanya bisa diraih melalui  kebohongan maka ini menjadi mubah jika diperbolehkan. Kesimpulannya bisa menjadi wajib juga bila diwajibkan.

Sumber: Bahtsul Masail ke – 42 PCNU Klaten di MWC Tulung, Klaten ( 25 Desember 2015 )
Tag : LBMNU
0 Komentar untuk "Hasil Bahtsul Masail LBMNU Klaten: Hukum Memasang Foto di Facebook dan Tempat Lain"

Back To Top