::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Gus Kelik: Seutuhnya, Dirinya Mencinta al-Mushtofa

NU Klaten, Yogyakarta~ Dalam banyak kesempatan, hampir selalu beliau sendiri yang mengomandoi segala hal terkait acara sholawatan yang diberinya nama bil-Mushtofa. Saat sebelum acara, hingga purna. Baik masalah teknis, hingga konsep acara. Mulai dari letak kursi atau kloso (tikar), posisi panggung hadroh hingga urusan pecah belah. Tentang siapa yang akan jadi pengisi acara pengajian, beliau sendiri yang menghubungi, sowan langsung kepada yang bersangkutan, via telpon atau melalui santri-santri utusannya.

“Rif, ngko Pak Mujiharno tulung di jemput ya, wingi wes tak tilpun.”
(“Rif, nanti Pak Mujiharno tolong di jemput ya. Kemaren sudah ditelp.”)

“Pon, bar srakal, Pak Topo di pethuk yo.”
(“Pon, habis asyrokol [mahallul qiyam], Pak Topo (KH. Hendry Sutopo) dijemput ya).

“Gus Shodiq, kulo kangen njenengan e, benjang malam kemis, saget nggih ngisi pengaosan teng gen e kulo? hahaha“.
(Gus Shodiq, aku kangen kamu. Besok malam kamis bisa ya, mengisi pengajian di tempatku? Hahaha.)

“Pak Asyhari ... “

“Pak Ihsan..”.

“Pak Habib...”

Gus Kelik, dalam kondisi apapun, entah karena sedang berhalangan karena tindakan (bepergian) ataupun karena sakit, beliau selalu mengingatkan jamaah untuk istiqomah bersholawat. Seolah-olah beliau ngendikan, Gus Kelik boleh tindakan kemanapun. Gus Kelik boleh sakit. Tapi, sholawatan tidak boleh libur. Atau bahkan seperti pagi ini yang mendung di Kapyak. Gus Kelik boleh berpulang, tapi sholawatan, tak boleh libur, harus...harus tetap berjalan.

Sejak jenazahnya tiba di Pesantren Krapyak pada selasa malam, ribuan santri, alumni, dan masyarakat sekitar berdatangan untuk sholat jenazah dan memberikaan penghomatan terakhir. Siang ini, insya Allah selepas pukul 14.00 WIB beliau akan dimakamkan di Dongkelan. Duka mendalam dan doa semoga beliau mendapat terbaik di sisi Allah SWT dan nama terkasih yang selalu didendangkannya: Rasuluna Muhammad SAW.

Sumber: Fanspage FB Humaidy AS, salah satu santri Pesantren Krapyak
Tag : Tokoh
0 Komentar untuk "Gus Kelik: Seutuhnya, Dirinya Mencinta al-Mushtofa"

Back To Top