::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Nobar Mahrajan Wali-Wali Jawi

NU Klaten – Setelah sholat tarawih, masjid di tengah perkampungan itu mendadak ramai. Banyak warga masyarakat yang tidak meninggalkan masjid. Ada yang duduk, ada yang ngobrol kecil, ada pula yang melipat sajadahnya. Ada pula seorang tokoh masyarakat yang sedikit sibuk untuk menyiapakan peralatan. Karena malam itu sedang diadakan pemutaran film Islami.

Pemutaran film itu bertempat di Masjid Al Fais, Dukuh Bulu, Tegalrejo, Bayat, Klaten. Malam itu adalah malam Ahad tanggal 2 Juli 2016 setelah sholat tarawih atau sekitar pukul 19.45 WIB. Film yang diputar adalah film dokumenter Rahmat Islam Nusantara, Inspirasi Mahrajan Wali-Wali Jawi.

“Sebenarnya setiap malam Ahad itu saya diminta oleh warga sini untuk kultum tarawih. Kebetulan ini Ahad terakhir di Bulan Ramadhan. Sekaligus untuk pamitan, saya pingin melakukan sesuatu yang berbeda. Kebetulan malam Rabu sebelumnya, kami dari LTN-NU Klaten mengadakan pemutaran film itu di Pendopo Pemda Klaten. Hal itu lalu saya sampaikan kepada tokoh ma
syarakat yang juga pengurus masjid dan Alhamdulillah mendapat respon positif.” kata Minardi, S.IP

Dakwah memang perlu dikreasikan sesuai situasi dan kondisi. Tidak selamanya melulu pakai ceramah saja namun bisa memakai film, permainan dan sebagainya. Yang penting masyarakat tertarik dan tidak tersinggung lalu dari situ kita “Tut Wuri Handayani” dari belakang sambil memasukkan nilai-nilai keislaman.

 “Kami sangat berterima kasih atas pemutaran film ini. Film ini merupakan berkaitan antara Islam dengan Budaya. Islam dengan Budaya tidak bertentangan malah saling terkait. Film ini merupakan flashback atas dakwah Walisongo yang sangat bijaksana. Islam melebur dan membaur melalui budaya. Setelah tahu Islam, maka Walisongo pelan namun pasti mengisi dengan keislaman.” Drs. Mulyono, Ketua Takmir Masjid

Masyarakat sangat antusias dengan pemutaran film malam itu. Apalagi film itu intinya mengajak bukan menyuruh apalagi memaksa atau melarang. Disertai backsound gamelan dan tembang-tembang jawa yang disukai di dukuh yang konon bekas kerajaan kuno ini (Kerajaan Bulu Ketigo). (Eka/Jaka)



0 Komentar untuk "Nobar Mahrajan Wali-Wali Jawi"

Back To Top