::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Dengan Sajak Cinta, Aku Melihatmu

Kemarin, 6 Juni 2016 Ibu Pertiwi kehilangan putri terbaiknya, yaitu Nyai Hajjah Siti Fatma istri dari Gus Mus atau Dr (HC) KH Mushofa Bisri dari Rembang. Berikut puisi Aku Melihatmu karya Gus Mus yang diperuntukan bagi mendiang sang Istri.

Aku Melihatmu
Tersenyum bersama embun pagi 
Aku melihatmu
Bernyanyi bersama burung-burung
Aku melihatmu
Bergerak bersama mentari bersama angin dan mega-mega
Aku melihatmu
Terbang bersama sekumpulan burung gereja
Aku melihatmu
Berenang bersama ikan-ikan dan lumba-lumba

Aku melihatmu
Meratap bersama mereka yang kelaparan
Aku melihatmu 
Merintih bersama mereka yang kehausan
Aku melihatmu
Mengaduh bersama mereka yang kesakitan

Aku melihatmu
Berdendang bersama ibu yang meninabobokkan anaknya
Aku melihatmu 
Melangkah bersama hamba yang berjuang menggapai citanya

Aku melihatmu dalam gelap
Aku melihatmu dalam terang
Aku melihatmu dalam ramai
Aku melihatmu dalam senyap

Aku melihatmu
Kau melihatku.

Kyai sekaligus budayawan ini juga telah banyak menulis puisi untuk istrinya. Kata Gus Mus dalam suatu acara di stasiun televisi nasional, kata "Dia" pada puisinya kalau bukan Allah ya istrinya. Mantan Rois Aam ini merupakan sosok yang toleran, inspiratif, tegas namun santun dalam berdakwah. Karya-karya beliau sungguh banyak sekali, untuk syair Gus Mus sering mengangkat tema-tema yang berhubungan dengan kondisi masyarakat saat ini, baik berhubungan dengan pemerintahan, sosial, budaya sampai mengenai "hantaman" dari mereka yang berbeda faham. Termasuk syair bagi istrinya tercinta. Puisi lain Gus Mus khusus istrinya itu adalah yang berjudul Sajak Cinta

Sajak Cinta

Cintaku kepadamu belum pernah ada contohnya
Cinta romeo kepada juliet si majnun qais kepada laila belum apa-apa
Temu pisah kita lebih bermakna
Dibandingkan temu-pisah Yusuf dan Zulaikha
Rindu-dendam kita melebihi rindu-dendam Adam dan Hawa

Aku adalah ombak samuderamu yang lari datang bagimu
Hujan yang berkilat dan berguruh mendungmu
Aku adalah wangi bungamu
Luka berdarah-darah durimu
Semilir bagai badai anginmu

Aku adalah kicau burungmu
Kabut puncak gunungmu
Tuah tenungmu
Aku adalah titik-titik hurufmu
Kata-kata maknamu

Aku adalah sinar silau panasmu
Dan bayang-bayang hangat mentarimu
Bumi pasrah langitmu

Aku adalah jasad ruhmu
Fayakun kunmu

Aku adalah a-k-u
k-a-u
mu
(ditulis di Rembang, 30-9-1995)

Semoga Mbah Putri Ny Hj Siti Fatmah khusnul khotimah, beliau orang baik, diterima amal kebaikannya. Beliau pendamping perjuangan Santrinya Mbah Ali Maksum Krapyak
Tag : Tokoh
0 Komentar untuk "Dengan Sajak Cinta, Aku Melihatmu"

Back To Top