::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

SUARA GENDERANG “BADR“ DITENGAH MALAM


Mungkin ini sesuatu yang aneh, unik, mustahil, khayal dan bisa dikatakan tidak masuk akal. Bahkan bisa termasuk ke dalam dunia mistik, hantu atau sejenisnya. Namun bagi yang beriman ini merupakan bukti Kekuasaan Allah. Genderang Badar masih terdengar seperti hal nya Asma Ahlul Badar yang masih disebut-sebut kebaikannya sampai saat ini, khususnya di Sholawat Badar. Ini bukan mustahil melainkan otak pemikiran manusia yang belum bisa menjangkaunya karena berhubungan dengan waktu, ruang dan dimensi.

Kala itu disaat Abuya Sayyid Muhammad mengisahkan dirinya beliau sendiri ketika masih usia muda, yang mana beliau sering diajak oleh abahnya, yakni Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki berziaroh ke Madinah yakni ke makam Baginda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa aalihi wa Shohbihi wasallam.
Di zaman dulu jalan yang ditempuh untuk ke Madinah ialah melewati jalan lama (Thoriq Qodim), dinamakan jalan lama dikarenakan pemerintahan Arab Saudi sekitar tahun 1985 -an membuat jalan baru dan dikasih nama “Thoriq al-Hijroh“ yang relatif lebih luas dan lebih dekat jarak tempuhnya dibanding dengan jalan lama. Namun di jalan yang baru ini tidak melewati beberapa tempat yang bersejarah yang pernah dilewati oleh Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa aalihi wa Shohbihi wasallam, seperti daerah “USFAN“, dimana Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa aalihi wa Shohbihi wasallam dan para Sahabat-sahabatnya pernah singgah disana, dan ada juga sumur yang sangat bersejarah, yang mana sumur tersebut awalnya airnya berasa asin dan pahit, namun berubah tawar setelah diludahi oleh Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa aalihi wa Shohbihi wasallam.
Sedangkan jalan yang baru tersebut juga tidak melintasi daerah “Badr“ yang mana pada perang Badr tersebut adalah suatu peristiwa peperangan pertama antara kaum muslimin dan kaum kafir.

Lanjut cerita, ketika Sayyid Alawi bersama rombongannya (yang didalamnya juga terdapat Abuya Sayyid Muhammad) berangkat menuju Madinah, dan sesampainya di Badr, biasanya langsung melakukan ziaroh, kemudian beristirahat disana, namun kali ini beliau beristirahat dulu di salah satu rumah yang mana rumah tersebut miliknya salah satu rumah orang yang masih punya keturunan ahli Badr tersebut.
Ketika dimalam hari yang sunyi nan dingin, Sayyid Alawi beserta rombongan sedang duduk-duduk santai didepan halaman rumah tersebut, tiba-tiba mereka mendengar suara genderang yang dipukul oleh orang banyak. Awalnya terdengar sayup bertalu-talu namun semakin lama semakin terdengar jelas. Kemudian Sayyid Alawi -pun bertanya kepada sang pemilik rumah, “ Suara apa itu ?, apa ada acara disini ?” “ tidak wahai Sayyid, itu suara sudah biasa terdengar di saat malam sepi seperti ini “ jawab sang tuan rumah, “ Lalu suara apa itu “ Tanya Sayyid Alawi, “itu suara genderang Ahli Badr yang masih terdengar hingga saat ini “ jawab sang tuan rumah.
Sebagian yang lain ketika mendengar suara itu merasa merinding dan ketakutan, namun lain halnya dengan Sayyid Alawi yang tetap tenang, dan menganggapnya biasa-biasa saja, karena beliau sendiri juga sudah lama mengetahuinya, namun baru kali ini mendengarnya secara langsung.
Dan suara ini juga pernah Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-maliki dengar ketika beliau berziarah ke Ahli Badr di waktu malam bersama para murid-muridnya yang senior.
Wallohu A’lam

Sumber : KUMPULAN KISAH-KISAH INDAH DAN LUCU (Petikan dari Ta’lim bersama Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki)

Tag : Sejarah, Tokoh, Ziarah
0 Komentar untuk "SUARA GENDERANG “BADR“ DITENGAH MALAM"

Back To Top