::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Nunggak Semi Wali-Wali Jawi

NU Klaten~ Pasca tarawih (27/6) Gedung Pemda Klaten mendadak ramai. Gelombang demi gelombang orang mendatangi gedung itu di malam hari, ada yang berkelompok tapi ada pula yang sendirian. Banyak mobil pribadi, motor sampai ambulan terparkir di halaman. Banser dan Pagar Nusa pun tak luput berjaga dengan seragam lengkap. Sore yang awalnya mendung bahkan gerimis pun telah mulai hilang seiring larutnya malam dan gayengnya suasana. Suasana itu adalah agenda bersama antara PC LDNU Klaten, PC NU Care – LazisNU Klaten dan PC LTN-NU Klaten di bawah koordinasi PCNU Klaten. Bertempat di Pendopo Pemda Klaten, malam Selasa 28 Juni 2016, pukul 20.00 WIB atau ba’da Isya’.

Pada kesempatan ini ada tiga agenda sekaligus yang dilaksanakan. Pertama, Sosialisasi Regulasi baru tentang Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh dari PC NU Care – LazisNU Klaten. Kedua, penarikan da’i Ramadhan oleh PC LDNU Klaten. Ketiga, pemutaran film Rahmat Islam Nusantara, Inspirasi Mahrajan Wali-Wali Jawi dari PC LTN-NU Klaten.

“Film ini merupakan film documenter dari acara Mahrajan Wali-Wali Jawi beberapa tahun yang lalu. Motto yang diangkat dari film ini adalah Menapak Jejak Auliya’, Meneladani Kearifan Mengajak, dengan tema besarnya adalah Rahmat Islam Nusantara. Film ini sendiri tercakup membahas mengenai: apakah Mahrajan Wali-Wali Jawi itu?; siapakah Wali itu?; dan adanya fenomena Ziarah ke Makam-makam Wali, termasuk membahas mengenai metode dakwah mereka.” Kata Minardi, S.IP, Ketua PC LTN-NU Klaten

Film ini bukan sekedar tontonan melainkan memiliki nilai pendidikan Aswaja yang luar biasa. Dengan dinarasumberi oleh Gus Mus, Habib Lutfi bin Yahya, KH. Jadul Maula, KH Agus Sunyoto, Cak Nun dan lain-lain menjelaskan mengenai point penting di atas. Penggunakan kata “Jawi” di sini bukan diartikan (Pulau atau Budaya) Jawa namun seluruh Nusantara ini. Walisongo telah berhasil meletakkan tonggak ajaran Islam yang toleran, tentram dan memanusiakan manusia maka dengan mudah Islam diterima oleh masyarakat dengan damai.

Film berdurasi hampir dua jam ini, mengajak kita agar selalu meneladani kearifan Para Walisongo dalam mensyiarkan Islam. Walisongo mensyiarkan Islam bukan dengan kekerasan atau paksaan ataupun menakut-nakuti tetapi dengan jalan budaya. Gus Mus saat Haul Mbah Munawwir Krapyak ke-76 nate ngendika: “dakwah itu mengajak bukan menyuruh apalagi melarang (termasuk memaksa). Sehingga keberhasilan Walisongo bukan hanya membuat Islam sebagai agama mayoritas tetapi juga berhasil membuat peradaban di Jawi.

KH Jadul Maula memberikan sepatah-dua patah kepada hadirin malam itu lewat WA karena beliau berhalangan hadir: “Lihat, dengarkan dan resapi/hayati. Selamat menikmati dan berkhidmah untuk kejayaan Islam Nusantara.”

Agar pesan positif film itu bisa tersampaikan ke khalayak luas maka ada proses penggandaan.
“Kami melihat sangat penting sekali pesan-pesan dalam film itu, maka kami menjadi takut jika pesan baik itu mengendap begitu saja. Oleh karena atas restu PCNU Klaten, kami memberanikan diri untuk menggandakan film itu. Kami mencetak 100 keping, dibagikan kepada 100 tamu pertama dan Alhamdulillah DVD film itu telah ludes beberapa menit, Karena ternyata yang hadir ada sekitar 500an tamu.” Ungkap Sarah Arifin, Ketua Divisi Kreatif dan Event

“Penggandaan film ini telah mendapatkan izin kepada KH Jadul Maula sendiri. Tamu sangat antusias dengan film itu, masih ada tamu dan masyarakat yang menghubungi pihak LTN-NU untuk mengcopy film itu. Menurut rencana ke depan kami akan mengadakan pemutaran film ini keliling.” tambahnya.

Bagi yang berminat mengcopy film ini bisa menghubungi PC LTN-NU Klaten (CP: 085879811554).
(Dita/Wisnu)




Tag : Lajnah, LTN-NU
0 Komentar untuk "Nunggak Semi Wali-Wali Jawi"

Back To Top