::: Simak berbagai info menarik melalui twitter dan facebook Ltn Pcnu Klaten Info pemasangan iklan, hubungi email ltnklaten@gmail.com :::

Website Resmi PCNU Kab. Klaten

Mengenal Nahdlatul Ulama

NU Klaten~ Nahdlatul Ulama  (NU) merupakan organisasi yang telah melewati sejarah panjang. Seperti dipublikasikan laman resmi Nahdlatul Ulama, salah satu pijakan penting sejarah organisi ini ialah ketika Raja Ibnu Saud hendak menerapkan mazhab wahabi sebagai faham tunggal di Mekah. Saat itu, Raja Ibnu Saud berencana menghancurkan semua peninggalan sejarah Islam maupun pra-Islam yang selama ini banyak diziarahi.

Rencana tersebut langsung mendapat respon dari kalangan pesantren di Indonesia yang selama ini membela keberagaman, menolak pembatasan bermadzhab. Didorong oleh minatnya yang gigih untuk menciptakan kebebasan bermadzhab serta peduli terhadap pelestarian warisan peradaban, kalangan pesantren membuat delegasi sendiri yang dinamai dengan Komite Hejaz. Komite ini diketuai oleh KH. Wahab Hasbullah.

Atas desakan kalangan pesantren yang terhimpun dalam Komite Hejaz, dan tantangan dari segala penjuru umat Islam di dunia, Raja Ibnu Saud akhirnya berkenan mengurungkan niatnya. Bahkan, hingga saat ini di Mekah bebas dilaksanakan ibadah sesuai dengan madzhab mereka masing-masing. 

Berangkat dari komite dan berbagai organisasi yang bersifat embrional dan ad hoc, dirasa perlu untuk membentuk organisasi yang lebih mencakup dan lebih sistematis untuk mengantisipasi perkembangan zaman. Setelah berkordinasi dengan berbagai kiai, akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh KH. Hasyim Asy'ari sebagi Rais Akbar.

Untuk menegaskan prisip dasar orgasnisai ini, KH. Hasyim Asy'ari merumuskan Kitab Qanun Asasi (prinsip dasar). Kitab ini disusul dengan perumusan kitab I'tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam Khittah NU , yang dijadikan dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial, keagamaan dan politik.

Nahhdlatul Ulama (NU) menganut paham Ahlussunah Wal Jama'ah. Sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrim aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrim naqli (skripturalis). Sumber pemikiran bagi NU tidak hanya Al-Qur'an dan Sunnah, tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik. Cara berpikir semacam itu dirujuk dari pemikir terdahulu, seperti Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Mansur Al-Maturidi dalam bidang teologi. Dalam bidang fikih mengikuti empat madzhab; Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali. Sementara itu, dalam bidang tasawuf mengembangkan metode Imam Al-Ghazali dan Junaid Al-Baghdadi yang mengintegrasikan antara tasawuf dengan syariat.

0 Komentar untuk "Mengenal Nahdlatul Ulama"

Back To Top